5 Keutamaan Sholat Subuh Berjamaah

5 Keutamaan Sholat Subuh Berjamaah

5 Keutamaan Sholat Subuh Berjamaah

5 Keutamaan Sholat Subuh Berjamaah
5 Keutamaan Sholat Subuh Berjamaah

1. Orang yang sholat berjamaah subuh didiberikan keberkahan hidup dari Allah

Hal ini Rasulullah sendiri yang sudah mendo’akan umatnya, biar mendapat keberkahan hidup bagi orang yang sholat subuh dengan berjamaah
اللهمَّ باركْ لأمتي في بكورِها

Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu paginya. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibn Majah)

2. Shalat subuh yaitu faktor dilapangkannya rizki

Seorang hamba walau sezuhud apapun dan sangat tidak peduli dengan urusan dunia, ia tetap bahagia kalau lapang rizkinya minimal mencukupi kebutuhan diri sendiri untuk menyelamatkan muka dari hinanya meminta-minta. Dan demi Allah untuk mencapai ini jalannya yaitu dengan menaati Allah.

Baca Juga: Ayat Kursi

Pernah suatu ketika Nabi SAW shalat subuh.Begitu selesai, dia pun kembali ke rumah dan mendapati puterinya Fathimah ra sedang pulas. Maka dia pun membalikkan badan Fatimah dengan kaki beliau, kemudian menyampaikan kepadanya : “Hai Fathimah, berdiri dan saksikanlah rizki Rabb-mu lantaran Allah membagi-bagikan rizki para hamba antara shalat subuh dan terbitnya matahari.”

Ini bukan berarti orang yang melaksanakan shalat subuh pasti pulang dengan kantong penuh uang, tetapi yang dimaksud yaitu bahwa ketaatan kepada Allah dengan cara menjaga untuk terus istiqomah dalam shalat subuh berjamaah akan menhadirkan taufik dari Allah sehingga nantinya seorang hamba memperoleh keridhoan dan kelurusan dari Rabb-nya yang pada gilirannya ia akan menghabiskan sisa harinya dalam proteksi dan kegampangan dari Allah dalam urusan-urusannya.

“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, pasti Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memdiberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (QS.Ath Thalaq : 2-3)

3. Shalat subuh menjaga diri seorang muslim

“Barang siapa yang melaksanakan shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah, maka tidakboleh hingga Allah menarikdanunik kembali jaminan-Nya dari kalian dengan lantaran apa pun. Karena siapapun yang Allah cabut jaminan-Nya darinya dengan lantaran apa pun, pasti akan tercabut. Kemudian Allah akan telungkupkan wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR.Muslim)

Makna berada dalam jaminan Allah yaitu dalam lindungan, penjagaan, dan pemeliharaan dari-Nya.Sungguh itu tiruana yaitu rahmat, yang kalau menaungi kita, maka tiruana kepedihan bermetamorfosis harapan. Sungguh itu tiruana yaitu kelembutan Allah, yang bila turun kepada kita akan mampu menimbulkan api menjadi cuek dan damai. Itulah hikmah, kemuliaan, dan kehendak yang tak terkalahkan. Jika ia hadir, bisa merubah musuh menjadi mitra setia, dan bisa merubah singa yang buas menjadi kucing yang penurut.

4. Shalat subuh sama dengan shalat malam semalam suntuk

Alangkah besar keutamaan yang Allah diberikan kepada umat ini. Pertama kali, Allah wajibkan shalat malam dalam firman Allah yang artinya:”Wahai orang yang berselimut bangunlah untuk shalat di malam hari kecuali sedikit” (QS.Al Muzzammil : 1-2) Sesudah itu Allah menghapus perintah tersebut sebagai bentuk peentengan dalam firman-Nya dalam QS.Al Muzzammil : 20.Sesudah menghapuskan kewajiban shalat malam, Allah tetap menetapkan bagi kita keutamaannya sebagaimana hadits diberikut مَن صلى العشاء في جماعة، فكأنما قام نصف الليل، ومن صلى الصبح في جماعة، فكأنما صلَّى الليلَ كلَّه
:”Barang siapa yang melaksanakan shalat isya’ secara berjamaah maka ia menyerupai shalat malam separuh malam. Dan barang siapa melaksanakan shalat subuh secara berjamaah maka ia menyerupai shalat malam satu malam penuh.” (HR.Muslim)

Maka usahakanlah untuk tidak menyia-nyiakan peluang emas ini. Oleh lantaran itu para ulama ada yang memakruhkan begadang hingga terlalu larut malam walaupun untuk membaca Al Qur’an atau shalat malam bila akan berakibat tidak terlaksananya shalat subuh dengan baik. Tetapi tidakboleh salah paham dulu, para salafus shalih selalu melaksanakan shalat isya’ dan subuh secara berjamaah tetapi mereka tetap bersemangat tanpa henti dalam melaksanakan shalat malam.

5. Shalat subuh tolok ukur keimanan

Orang yang mengaku diberiman tidak perlu susah-susah mengetahui kadar keimanannya, ia cukup mengukurnya dengan shalat subuh untuk mengetahui apakah dirinya termasuk jujur dalam diberiman ataukah berdusta, apakah ia diberiman di atas keikhlashan ataukah riya.

Rasulullah SAW bersabda: “Shalat terberat bagi orang-orang munafik yaitu shalat isya’ dan subuh. Padahal seandainya mereka mengetahui pahala pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan menhadirinya walaupun harus merangkak .” (HR.Ahmad)