jaketkulitgarut.co.id

Situs jaketkulitgarut.co.id yang membagikan informasi dunia teknologi informasi dan komunikasi , dan beberapa tips menarik.

ARU PALAKA DALAM PERJANJIAN BONGAYA

ARU PALAKA DALAM PERJANJIAN BONGAYA

ARU PALAKA DALAM PERJANJIAN BONGAYA

Aru Palaka merupakan

salah satu putra Raja Bone ke-XIII La Maddaremmeng Matinro’e Ri Bukaka. Meskipun Aru Palaka ini memiliki status sebagai pangeran, bukan berarti Aru Palaka bisa menikmati hidup enak, ia justru terlahir dalam suasana konflik antar kerajaan di Sulawesi Selatan.

Konflik yang terjadi tersebut sebenarnya terjadi jauh sebelum Aru Palaka dilahirkan. Setidaknya ada 4 kerajaan yang terlibat dalam polemik tersebut, yaitu Bone, Soppeng, Wajo, dan Gowa-Tallo. Dari keempat kerajaan tersebut, Gowa-Tallo adalah kerajaan yang paling berpengaruh dan bernafsu untuk memperluas wilayah kekuasaannya.

Puncak pertikaian ini terjadi saat Kerajaan Gowa-Tallo resmi menjadi kerajaan Islam pada 1605. Kerajaan Gowa yang akhirnya berganti corak menjadi kesultanan ini mulai memaksa tiga kerajaan lainnya untuk menganut agama yang sama dengan catatan sekaligus dapat memperluas wilayahnya.

Pada tahun 1643, kerajaan Bone pun akhirnya jatuh dan wilayahnya diperintah langsung oleh Sultan Gowa Sedangkan, saat itu Bone dipimpin oleh Sultan La Maddaremmeng yang tidak lain adalah ayahanda Aru Palaka.

Karena takluknya Bone kepada Kerajaan Gowa membuat Aru Palaka dan keluarganya dijadikan tawanan. Sejak ia berumur 11 tahun, ia sudah merasakan bagaimana pedihnya hidup tanpa kebebasan karena perlakuan keluarga Kesultanan Gowa terhadapnya terlalu buruk.

Aru Palaka dan keluarganya pun dijadikan pelayan di kediaman Perdana Menteri Gowa. Namun, keluarga ini tetap menaruh respek kepada keluarga Aru Palaka, dan ia pun tumbuh menjadi seorang pemuda cerdas dan gagah di bawah bimbingannya.

Akhirnya, Aru Palaka bisa terbebas dari cengkeraman Gowa setelah terjadi aksi pemberontakan orang-orang Bone yang dipimpin oleh Tobala. Tobala sebenarnya adalah orang Bone yang ditunjuk sebagai Bupati Bone sebagai kepanjangan tangan dari Gowa.

Kabur dari Gowa, Aru Palaka akhirnya berlindung di Kesultanan Buton Selama tiga tahun. Ia pun tinggal di Buton yang saat itu dipimpin oleh La Sombata atau Sultan Aidul Rahiem, Aru Palaka pun bersiap untuk melakukan pembalasan.


Sumber: https://priceofcialisrnx.com/2020/04/cytus-ii-apk/

jaketkulitgarut

Kembali ke atas