jaketkulitgarut.co.id

Situs jaketkulitgarut.co.id yang membagikan informasi dunia teknologi informasi dan komunikasi , dan beberapa tips menarik.

ASMA BRONKHIALE

ASMA BRONKHIALE

            Adalah suatu keadaan dimana saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu yang menyebabkan peradangan dan penyempitan yang bersifat sementara.

  • Faktor pemicu (trigger)  : perubahan cuaca dan suhu udara , alergen (asap, debu, bulu binatang, dsb), infeksi sal.pernafasan , gangguan emosi dan kerja fisik/olahraga berlebihan
  • Faktor penyebab  (inducer) : Sel mast di sepanjang bronchii melepaskan bahan seperti histamin sebagai respons terhadap alergen, yang menimbulkan kontraksi otot polos, peningkatan pembentukan lendir, perpindahan sel darah putih tertentu ke bronchii sehingga terjadi peradangan (inflammation) dan akan memperkecil diameter sal.udara, dan berusaha bernafas dengan kuat.
  • Gejala klinis :

–     Sesak nafas disertai bunyi khas mengi

–     Pada auskultasi terdengar wheezing dan ekspirasi memanjang

–     Sesak hebat ditandai giatnya otot bantu pernafasan dan sianosis (status asmatikus)

–     Dispnoe di pagi hari dan sepanjang malam , terutama cuaca dingin, berhubungan  dengan infeksi dan alergen

–     Batuk  kering yang panjang di pagi dan larut malam dan mukus

  • Penatalaksanaan :

–     Terapi kausal dengan menghilangkan/menjauhi  faktor pemicu/pencetus (allergen—debu, cuaca, makanan, obat, dsb)

–     Terapi simptomatis sesuai dengan gejala yang muncul.

  • Diberikan :

–     Bronchodilator  (melebarkan bronkus)  : Teofilin, Aminofilin, Salbutamol

–     Bila efeknya tidak menolong, dapat ditambah prednisone (kortikosteroid)

–  Untuk mencegah status asmatikus, dan pemberian tidak boleh terlambat. Penderita status asmatikus memerlukan oksigen , terapi parenteral, dan   perawatan intensif,

OBAT SALURAN PENCERNAAN

  1. Antasida Dan Ulkusterapeutika

     Adalah golongan obat Antasida (anti = lawan, acidus = asam) adalah basa-basa lemah yang digunakan untuk menetralisir kelebihan asam lambung yang menyebabkan timbulnya penyakit tukak lambung atau sakit maag, dengan gejala nyeri hebat yang berkala

            Berdasarkan mekanisme kerjanya, obat-obat antasida dapat digolongka menjadi dua yaitu:

  • Anti Hiperaciditas: bekerja secara kimiawi dengan mengikat kelebihan HCl dalam lambung.

Kombinasi : Senyawa Magnesium (Mg),  dan Alumunium  (Al)  :  Mg-Oksida, Mg-trisilikat, Mg-karbonat, Al-hidroksida, Al-karbonat,  Mg-Al-Si).

  • Perintang reseptor H2(antagonis reseptor H2) dengan mengurangi sekresi asam lambung sebagai akibat hambatan reseptor H2. ( Simetidin, Ranitidin, Famotidin, dan Nizatidin).

   Obat-obat ini mampu mengurangi > 90% sekresi asam lambung

POS-POS TERBARU

 

jaketkulitgarut

Kembali ke atas