jaketkulitgarut.co.id

Situs jaketkulitgarut.co.id yang membagikan informasi dunia teknologi informasi dan komunikasi , dan beberapa tips menarik.

Ayat Poligami

Table of Contents

Ayat Poligami

Ayat Poligami

Problematika tentang poligami sering kali diperdebatkan dalam surat al-Nisā` (48): 10[19]. Secara garis besar Terjemah al-Qur`an Departemen Agama menjelaskan bahwa Islam memperbolehkan poligami dengan syarat-syarat tertentu. Sebelum turunnya ayat ini poligami memang sudah ada dan pernah juga dijalankan oleh para Nabi sebelum nabi Muhammad Ṣalla Allah ‘Alayhi wa Sallam. Ayat ini membatasi poligami sampai empat istri saja.[20]

  1. Ayat Min Nafs Wāḥidah

Interpretasi terhadap redaksi ayat min nafs wāḥidah dalam ayat pertama surat al-Nisā` dijelaskan Terjemah al-Qur`an Departemen Agama menurut beberapa pendapat para mufassir. Menurut mayoritas ulama ahli tafsir min nafs wāḥidah ditafsirkan dengan tulang rusuk nabi Adam Alayhi al-Salām. Selain itu, ada pula yang menafsirkan dengan unsur yang serupa, yaitu tanah yang diciptakan menjadi nabi Adam Alayhi al-Salām.[21]

  1. Kesimpulan

Berdasarkan deskripsi penjelasan tentang karakteristik karakteristik Terjemah al-Qur`an Departemen Agama Republik Indonesia edisi pertama diatas dapat disimpulkan beberapa hal sebagaimana berikut:

  1. Penerjemahan al-Qur`an telah dimulai pada pertengahan abad ke XVII oleh ‘Abd al-Ra`ūf al-Sinkīlī ke dalam bahasa Melayu dan berlangsung hingga sekarang;
  2. Terjemah al-Qur`an Departemen Agama adalah sebuah karya tim para ulama dan cendekiawan Indonesia, dan juga merupakan hasil kerjasama antara Indonesia dan Arab Saudi melalui hubungan bilateral yang baik;
  3. Metode interpretasi Terjemah al-Qur`an Departemen Agama ditinjau dari sumber penafsirannya adalah al-ra’yi al-muḥmūd, cara penjelasan menggunakan metode bayānī, aspek keluasan penjelasannya adalah ijmālī, sasaran dan tertib ayat yang ditafsirkan adalah taḥlīlī, dan secara garis besarnya Terjemah al-Qur`an Departemen Agama merupakan kitab tafsir al-Qur`an tarjamah tafsīriyyah;
  4. Huruf muqaṭṭa’ah secara keseluruhan dalam Terjemah al-Qur`an Departemen Agama tidak ditafsirkan secara imajinatif;
  5. Ketika menyinggung ayat-ayat tentang antropomorfisme, maka tidak melakukan sebuah penakwilan;
  6. lafal ulī al-amr dijelaskan sebagai tokoh-tokoh Sahabat dan para cendekiawan. Kalau sekarang dapat dikorelasikan dengan tokoh agama dan intelektual;
  7. poligami hanya dibatasi pada empat istri;
  8. Redaksi ayat min nafs wāḥidah ditafsirkan sebagai tulang rusuk Adam Alayhi al-Salām dan tanah yang diciptakan untuk mewujudkan Adam Alayhi al-Salām.

baca juga :

 

jaketkulitgarut

Kembali ke atas