Bantah Isu Kristenisasi, Ini Alasan Disdik Hentikan Operasional SD Bimasena

Bantah Isu Kristenisasi, Ini Alasan Disdik Hentikan Operasional SD Bimasena

Bantah Isu Kristenisasi, Ini Alasan Disdik Hentikan Operasional SD Bimasena

Bantah Isu Kristenisasi, Ini Alasan Disdik Hentikan Operasional SD Bimasena
Bantah Isu Kristenisasi, Ini Alasan Disdik Hentikan Operasional SD Bimasena

Penghentian operasional SD Bimasena tertera pada surat bernomor 420/1046/DIKDAS,

yang ditujukan kepada Yayasan Giscare sebagai pengelola.

Dinas pendidikan Kabupaten Purwakarta menghentikan operasional sekolah yang terletak di Jalan Raya Purwakarta-Subang, Cijaya Purwakarta, pada anggal 30 Maret 2018 lalu. Surat tersebut ditandatangani oleh Kadisdik Purwakarta, Purwanto.

“Bukan pencabutan izin, tapi diberhentikan operasionalnya karena belum ada izin dari pemerintah,

” ujarnya kepada awak media, Jumat (4/5) di Kantor Disdik Purwakarta, Jalan Beringin, Purwakarta.

Menurutnya, bukan tanpa alasan pihak memberhentikan belajar mengajar di sekolah yang baru satu tahun berdiri itu. Selain belum adanya izin operasional sekolah, aduan dari masyarakat pun diterima oleh Disdik Purwakarta.

Diketahui izin lingkungan dari warga setempat pun perlu dimiliki oleh pihak yayasan. Purwanto mengatakan ijin dari lingkungan di sekitar sekolah sempat keluar, namun kini telah dicabut.

“Ijin lingkungannya kemarin sudah sempat keluar, tapi dicabut lagi. Jadi, pada prosesnya itu, lingkungannya (warga setempat) mencabut ijinnya, jadikan tidak memenuhi syarat,” ucapnya.

Oleh karena itu, adanya sekolah dasar itu pun bisa disebut masih ilegal

karena tidak terdaftar di pemerintahan setempat.

Mengenai isu agama yang sempat mencuat di sekolah milik PT Gistek itu. Pria yang akrab disapa Ipung itu membantah hal tersebut. Ia hingga kini belum menemukan adanya indikasi kristenisasi dari sekolah yang baru ada dua kelompok belajar.

“Saya belum menemukan adanya indikasi kristenisasi di sekolah itu.

Menurut informasi dari pihak saya, normal kok sistem dan kurikulum yang diajarkan mah,” ujarnya.

Menutup, Kadis meminta pihak sekolah menyelesaikan dulu komunikasi dan sosialisasi dengan lingkungan sekitar.

“Agar masyarakat sekitar faham dan percaya terhadap sekolah tersebut. Sekolahkan harus menyatu dengan lingkungan bersinergi biar atmosfir pendidikanya kondusif untuk pendidikan anak,” demikian pungkas Kadisdik

 

Sumber :

https://nashatakram.net/pemikiran-fase-renaissance-dan-modernisme/