Banyak Masalah Pendidikan, Full Day School Belum Layak Diterapkan

Banyak Masalah Pendidikan, Full Day School Belum Layak Diterapkan

Banyak Masalah Pendidikan, Full Day School Belum Layak Diterapkan

Banyak Masalah Pendidikan, Full Day School Belum Layak Diterapkan
Banyak Masalah Pendidikan, Full Day School Belum Layak Diterapkan

Rencana penerapan kebijakan full day school pada tahun ajaran baru

Juli nanti menimbulkan beragam spekulasi dari berbagai kalangan. Termasuk dari kalangan mahasiswa yang notabene mengalami full day school.

Muhammad Arif, salah satu mahasiswa di Jakarta mengatakan, kebijakan full day school belum layak diterapkan di Indonesia saat ini.

“Masih banyak permasalahan pendidikan di Indonesia yang kompleks dan masih belum dibenahi,” tuturnya kepada Okezone, baru-baru ini.

Masalah yang dimaksud Arif yakni soal perbedaan karakter setiap siswa

dari berbagai daerah dan kondisi perekonomian yang masih belum baik.

“Banyak siswa berbagai latar daerah dan perekonomian. Contohnya, banyak teman-teman kami yang jadi tulang punggung keluarga,” ungkap mahasiswa semester empat yang juga tergabung dalam Aliansi Remaja Independen.

Latar ekonomi, menurut Arif, menjadi penting. Pasalnya full day school pasti membutuhkan bekal makan dan minum yang cukup. Sedangkan perekonomian masyarakat di Indonesia belum merata dan masih banyak yang kesulitan. Selain ekonomi, masalah mental siswa juga harus jadi perhatian pemerintah.

“Memiliki mata pelajaran yang banyak, jam belajar juga banyak, dan ditambah pula

. Kondisi psikologis siswa sebagian besar tentu tertekan,” imbuhnya.

Apalagi belakangan ini, banyak fenomena bullying dan kekerasan di sekolah yang dilakukan oleh tenaga pendidik. Oleh sebab itu, Arif bersama Aliansi Remaja Independen membuat platform Tolak 8 Jam berbentuk surel dan blog yang menyediakan siswa untuk bersuara melalui surat terbuka.

“Rencananya kami akan mengumpulkan suara siswa di Indonesia. Banyak yang ingin berteriak soal ini dan kami coba akomodir suara mereka,” ungkap Arif. Menurut dia, surat terbuka itu nantinya akan disampaikan pada Presiden Joko Widodo.

 

Baca Juga :