Belum Ada Passing Grade, UTBK SBMPTN 2019 Gunakan Sistem Baru

Belum Ada Passing Grade, UTBK SBMPTN 2019 Gunakan Sistem Baru

Belum Ada Passing Grade, UTBK SBMPTN 2019 Gunakan Sistem Baru

Belum Ada Passing Grade, UTBK SBMPTN 2019 Gunakan Sistem Baru
Belum Ada Passing Grade, UTBK SBMPTN 2019 Gunakan Sistem Baru

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri

(SBMPTN) 2019 telah digelar mulai 13 April hingga 4 Mei mendatang. Ujian tersebut ditujukan bagi siswa yang telah mendaftar pada gelombang I.

UTBK kali ini memiliki banyak kemudahan bagi peserta, termasuk tes dapat dilakukan di setiap provinsi. Sementara hasil nilai dapat muncul 10 hari setelah tes beserta rata-rata nilai dari seluruh peserta secara nasional.

Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Ravik Karsidi mengatakan, pelaksanaan UTBK juga berbeda dengan tahun sebelumnya. Alasannya diselenggarakan tidak sekali serentak, melainkan beberapa kali. Namun, perlu ada upaya lebih untuk memastikan soal UTBK tidak disebarluaskan.

“Kalau dulu model berbasis kertas, berbasis cetak ini gampang sekali

(disebarluaskan). Ini soalnya kita sudah punya berpuluh-puluh set yang kita sudah siapkan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima pada Senin (15/4).

Dengan demikian, para peserta tidak akan bisa saling menyontek. Dia memastikan, pelaksanaan UTBK 2019 menumbuhkan kesetaraan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Dalam satu ruangan itu, bahkan sebelahan tidak bisa saling jiplak-menjiplak. Ini sudah kita lakukan sedemikian rupa. Walaupun tidak sama, ini setara. Sistem kesetaraan ini kita pertanggungjawabkan secara ilmiah,” tutur Ravik.

Dalam SBMPTN kali ini, mahasiswa akan mendapat nilai terlebih

dahulu untuk masing-masing sesi UTBK yang diambil. Belum ada passing grade atau batas minimal untuk masuk ke masing-masing PTN, namun LTMPT akan memberikan data statistik yang dapat digunakan mahasiswa untuk menentukan PTN yang dapat diambil.

“Karena tahun ini baru pertama kali sehingga belum ada gambaran (passing grade). Tahun yang akan datang, akan terlihat, misalkan 600 atau 700 itu bisa masuk ke Fakultas Kedokteran UI, misalkan,” kata Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT Budi Prasetyo Widyobroto menambahkan.

“Sekarang ini yang kita bisa bantu ke masyarakat adalah kita 24 kali tes, setiap sesi, setiap kali tes, akan kita informasikan ke yang bersangkutan pasti pegang nilai, tapi kita bantu juga nilai maksimum berapa, minimum berapa, rata-rata berapa dalam satu sesi itu, sehingga dari situ terakumulasi sampai ke-24 kali,” paparnya.

 

Sumber :

https://www.codecademy.com/tuxIndonesia