Bus KPK Jelajah Negeri, Kampanyekan Antikorupsi

Bus KPK Jelajah Negeri, Kampanyekan Antikorupsi

Bus KPK Jelajah Negeri, Kampanyekan Antikorupsi

Bus KPK Jelajah Negeri, Kampanyekan Antikorupsi
Bus KPK Jelajah Negeri, Kampanyekan Antikorupsi

Bus KPK pada 2018 akan menyapa masyarakat Indonesia melalui program penguatan kampanye

antikorupsi “Roadshow Bus KPK: Jelajah Negeri, Bangun Antikorupsi”. Sasaran untuk bus ini adalah 10 kota/kabupaten di Pulau Jawa. Adapun rute yang akan dilalui adalah Jakarta-Semarang dengan melewati kota/kabupaten di Pantai Utara (Pantura) Jawa. Kemudian melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta melewati kota/kab di Jalur Tengah Jawa, dan berakhir di Kota Bandung.

Kegiatan dilaksanakan di Pulau Jawa selama kurun waktu 1,5 bulan, dengan durasi disetiap kota adalah sekitar 2-3 hari. Kali ini Bus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat ditemui di Halaman Balai Kota Bandung, Jalan Wastu Kencana, Kota Bandung. Bus KPK hadir dengan menggelar berbagai kegiatan, salah satunya adalah Edukasi Antikorupsi untuk Pelajar dan Masyarakat Umum.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mengatakan KPK sangat mendorong kegiatan

kampanye antikorupsi di sekolah yang kali ini dilaksanakan dengan Dinas Pendidikan Kota Bandung dan beberapa sekolah. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka mendorong implementasi pendidikan antikorupsi dan tata kelola sekolah berintegritas. Selain itu, dilaksanakan juga berbagai kegiatan dalam rangka internalisasi nilai-nilai antikorupsi kepada siswa, guru, dan manajemen sekolah.

“Harapannya pada kegiatan ini menjadi sebuah bagian untuk meningkatkan kesejahteraan dan integritas masyarakat, khususnya Jawa Barat,” ujar Saut saat ditemui di Balai Kota Bandung, Selasa, 30 Oktober 2018.

Kegiatan Roadshow Bus KPK ini, mengajak keterlibatan masyarakat dalam gerakan pemberantasan korupsi. KPK akan menyelenggarakan Program Kampanye Antikorupsi yang merupakan serangkaian kegiatan penyadaran publik dan peningkatan partisipasi publik. Hal tersebut akan mendorong masyarakat dalam bentuk aksi kolektif dan berkolaborasi.

Upaya mencegah korupsi merupakan proses panjang yang harus dilakukan oleh KPK.

Sehingga, harus secara kongkrit berinteraksi dengan masyarakat untuk memberikan pengetahuan mengenai korupsi dan bagaimana cara melawan korupsi. Selain itu, mencegah korupsi dibutuhkan inovasi dan strategi, salah satunya dengan menghadirkan KPK secara langsung di tengah-tengah masyarakat untuk menjembatani upaya pencegahan korupsi yang dilakukan oleh KPK dan masyarakat umum.

Saut mengatakan kegiatan ini akan terus dikembangkan dengan menghadirkan model-model yang inovatif agar terus bisa berkreasi. Kegiatan ini diharapkan dapat membangun pemahaman bersama, terkait budaya antikorupsi melalui proses penyadaran, pemberian pemahaman dan penanaman nilai-nilai antikorupsi dan integritas ke semua lapisan masyarakat. Kekuatan KPK didapat dari setiap laporan dari masyarakat. Dalam setahun, terdapat 7000  surat laporan dari masyarakat. Sampai saat ini, KPK tidak pernah menganggap remeh untuk laporan yang datang.

“Bermula dari beberapa kegiatan yang sederhana, tetapi membangun integritas. Kegiatan ini akan menjadi baik dan KPK akan mendukung,” ujar Saut.***

 

Sumber :

https://icanhasmotivation.com/doa-sebelum-belajar/