Cara Budidaya Bengkuang yang Mudah

Cara Budidaya Bengkuang yang Mudah

Cara Budidaya Bengkuang yang Mudah

Cara Budidaya Bengkuang yang Mudah
Cara Budidaya Bengkuang yang Mudah

 

Pachyrhizus erosus adalah nama ilmiah dari bengkuang atau bengkoang. Bengkuang yaitu jenis tanaman umbi-umbian yang tumbuh dengan menjalar hingga mencapai panjang 5 sampai 6 meter. Dengan mengambil umbi nya yang berada di dalam tanah itulah, kita dapat memanfaatkan untuk berbagai macam keperluan, seperti untuk bahan makanan, untuk di jadi kan sebagai bahan obat atau dijadikan sebagai bahan olahan yang lain nya.

Tanaman bengkuang sangat cocok tumbuh pada dataran rendah sampai ketinggian 1500 meter dari permukaan laut. Dan ketinggian yang sangat bagus yaitu antara 200 hingga 800 meter dari permukaan laut dengan memiliki curah hujan 700 sampai 1000 mm pada setiap tahun nya, serta memiliki suhu diantara 25 sampai 28 derajat celcius. Selain itu, tanaman bengkuang juga dapat tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang berpasir dan memiliki keasaman sekitar 4,5 hingga 8 pH dan mempunyai kandungan hara yang cukup tinggi. Untuk mengetahui lebih lanjut cara budidaya bengkuang yang mudah, berikut dibawah ini langkah-langkah nya;

– Persiapan Benih Bengkuang yang Di Tanam.

Jenis benih bengkuang yang dapat di budidayakan di negara kita ada 2 jenis, yaitu jenis varietas genjah dan jenis varietas badur. Jenis varietas genjah mempunyai umur panen sekitar 4 hingga 5 bulan, dan jenis varietas badur umur panen nya sekitar 7 sampai 11 bulan.

Untuk mendapatkan benih bengkuang ada 2 cara yang dapat dilakukan.

1. Memilih dari tanaman bengkuang yang sudah ada, yaitu beberapa diantara tanaman bengkuang yang diketahui tumbuh dengan sehat, untuk kita biarkan tumbuh berbunga sampai mengeluarkan polong tanpa di pangkas. Dan tanaman yang lain harus di pangkas bunga nya, sebab jika bunganya di biarkan tumbuh, tanaman bengkuang tidak akan menghasilkan umbi atau bengkuang.

Setelah polong tumbuh hingga cukup tua, berarti siap untuk di panen dan di jemur hingga kering. Polong yang sudah kering baru bisa di buka dari kulit nya yang siap untuk di tanam. Bila benih akan di simpan sebaiknya jangan dibuka dari kulit nya. Dan jika akan menyimpan dalam keadaan telah di buka, harus di simpan di tempat yang kering dan di tutup rapat-rapat. Penyimpanan benih yang baik akan dapat membuat benih dapat bertahan hingga setahun.

2. Memilih beberapa umbi dari hasil panen yang berkualitas baik untuk di jadikan benih dengan melihat bentuk dan ukurannya. Setelah kita pilih umbi yang bagus, lalu di simpan di tempat yang memiliki kelembaban yang cukup, dan membiarkan umbi tersebut sampai tumbuh tunas. Kemudian kita harus memilih tunas yang bagus, yaitu tunas yang tumbuh paling dekat dengan pusar umbi.

Dari hasil pemilihan umbi yang sudah tumbuh tunas tadi, lalu kita tanam sampai tumbuh bunga serta menghasilkan polong. Selanjut nya setelah polong tua dapat di panen, di jemur sampai kering dan siap untuk di jadikan benih. Dengan cara yang kedua ini, hasil benih yang kita dapat kan akan lebih bagus.

– Pengolahan Lahan dan Penanaman Benih.

Tanah atau lahan yang akan kita tanami benih bengkuang, terlebih dahulu harus di lakukan pengolahan dengan cara di bajak atau di cangkul agar kondisi tanah menjadi gembur. Selanjut nya kita membuat bedengan-bedengan dengan luas 1 meter, tinggi antara 20 sampai 25 cm, jarak antara bedengan sekitar 40 sampai 50 cm dan panjang bedengan menyesuaikan kontur tanah.

Kemudian setelah pembuatan bedengan selesai, kita harus memberikan pupuk dasar yaitu campuran antara pupuk kandang dan kompos yang takaran nya sekitar 20 ton dalam 1 hektar nya dengan cara di sebar pada setiap bedengan. Jika sudah merata sebaran pupuk dasarnya, dapat kita lakukan pembuatan lubang-lubang yang akan kita tanami benih menggunakan tugal atau panja dengan kedalaman antara 5 sampai 7 cm. Dan dalam satu bedeng di buat dua baris lubang yang memiliki jarak dalam baris nya 25 cm serta jarak antar barisnya 30 cm.

Sebelum kita menanam benih, sebaiknya kita harus melakukan perendaman benih terlebih dahulu selama 6 samapai 12 jam, lalu tiriskan airnya dan biarkan selama 1 jam. Dengan begitu akan kelihatan bakal tunas yang akan tumbuh pada biji bengkuang. Setelah itu benih sudah siap untuk di tanam. Dalam setiap lubang nya hanya dapat diisi dengan 1 biji benih dan di tutup atau di timbun lubang tersebut dengan tanah serta di siram sedikit agar kelembapan nya tanah nya tetap terjaga, sehingga akan membantu mempermudah proses pertumbuhan benih. Dalam satu hektar lahan, kebutuhan benih bengkuang yang kita tanam sekitar 25 sampai 30 Kg.

– Perawatan Tanaman Bengkuang.

Perawatan tanaman bengkuang pada dasar nya tidak harus memerlukan perhatian khusus, karena tanaman bengkuang termasuk tumbuhan yang tahan terhadap kekeringan atau kemarau. Namun demikian, jika terjadi kekeringan yang lama, juga harus dilakukan penyiraman atau pemberian air yang cukup. Pemberian atau penyiraman air tidak boleh di lakukan secara setengah basah, karena akan mengakibatkan tumbuhan menjadi layu dan mati.

Benih yang telah mencapai umur dua minggu, biasa nya sudah tumbuh batang yang mulai menjalar, dan harus mulai dilakukan penyiangan serta penyulaman bagi tanaman benih bengkuang yang tidak tumbuh. Penyulaman dengan menggunakan benih bengkuang, tidak dapat mengejar dengan tanaman yang terdahulu, sehingga penyulaman tanaman dapat menggunakan benih kacang tanah, karena kacang tanah memiliki fungsi dalam memperkaya nitrogen dalam tanah.

Memasuki umur tiga minggu, dapat di lakukan penambahan pupuk kompos kering atau dapat memanfaatkan sekam yang bercampur dengan kotoran ayam. Kemudian usia tanaman mencapai satu bulan, mulai melakukan proses pengguntingan pucuk daun pada semua tanaman bengkuang. Proses pengguntingan selanjutnya dilakukan ketika tanaman bengkuang berumur dua bulan dan berikutnya umur 3,5 bulan. Hal tersebut dilakukan untuk memancing tunas baru yang akan tumbuh dan perkembangan umbi menjadi lebih cepat serta dapat di teruskan ketika bunga tanaman bengkuang hampir mekar seluruh nya.

Baca Juga: https://berkebun.co.id/7-cara-budidaya-jamur-tiram-bagi-pemula-100-berhasil/

– Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Bengkuang.

Pada tanaman bengkuang biasa nya hampir tidak mempunyai hama atau penyakit. Walaupun begitu kita harus mewaspadai hama yang yang dapat mengganggu tanaman bengkuang seperti tungau daun merah, bercak daun dan kumbang. Hama dan penyakit tanaman tersebut dapat diatasi dengan cara pengolahan tanah yang sempurna, sanitasi kebun, pemilihan benih yang baik dan rotasi tumbuhan dengan palawija lain serta dapat menggunakan pestisida.

– Proses Pemanenan Tanaman Bengkoang.

Saat panen tanaman bengkuang dapat dilakukan mulai pada umur tanaman mencapai 4 bulan, yaitu dengan cara menggali atau mencabut untuk mengeluarkan umbi dari dalam tanah. Apabila kita menginginkan umbi yang lebih besar, dapat di lakukan pemanenan pada umur tanaman 5 bulan atau lebih. Untuk hasil maksimal dari pemanenan tanaman bengkuang dapat mencapai 7 hingga 8 ton dalam satu hektar lahan.