Cara Mudah Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal

Cara Mudah Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal

Cara Mudah Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal

Cara Mudah Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal
Cara Mudah Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal

Pemberian Pakan Budidaya

Untuk dengan bobot kurang dari 200 gram perekor , pakan di berikan dengan takaran 3 sampai dengan 5% dari total bobot.  Pakan diberikan 2 kali sehari yaitu pagi hari dan sore hari.

  • Untuk ikan berbobot lebih dari 200 gram perekor , maka pakan diberikan dengan takaran 1 ,5 sd 2% dari bobot total ikan dan diberikan 1 kali sehari yakni pada waktu sore hari. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar kandungan gizi atau protein terdapat pada pakan pellet dapat diserap oleh ikan secara maksimal , sehingga menghasilkan daging berbobot. Hal ini sudah dibuktikan oleh beberapa pelku petani pembesaran patin , dengan hasil cukup memuaskan.
  • Per1000 ekor patin , untuk mencapai ukuran dapat konsumsi biasanya menghabiskan 25 sak pellet sampai dengan 30 sak pelet , Patin biasa siap untuk di panen mulai usia 6 bulan.

Pencegahan Dan Penanganan Penyakit Budidaya

jenis ikan discus – Lebih baik mencegah daripada mengobati pepatah ini cocok untuk kita terapkan pada ikan budidaya kita. Habtat atau lingkungan ikan merupakan air , tentunya kalau habitat atau air sesuai dengan di inginkan olehnya , maka tidak akan mudah terjangkit penyakit.

Berikut Adalah Cara Memelihara Kondisi Air Dalam Budidaya Agar Tetap Baik :

  • Untuk patin dibawah bobot 200 gram perekor , pengurasan atau pengurangan dan penambahan air dilakukan 2 sampai dengan 3 minggu sekali.
  • Untuk bobot diatas200 gram prekor lakukan penguurangan dan penambahan air antara 7 sampai dengan 10 hari sekali.
  • Penguraangan dan penambahan air dilakukan dngan cara mengurangi air kolam sebanyak 50% kemudian ditambah air baru sampai penuh lagi seperti semula.
  • Penyakit sering menyeerang ikan patin terdiri dari dua goolongan yaitu penyakit infeksi timbul karena organisme pathogen , penyakit non infeksi timbul karena organism lainnya. Penyebab penyakit infeksi adalah paraseit , bakteri dan jamu yang dapat menular , sedangkan peyebab penyakit non infeksi adalah keracunan dan kurang gizi.

Cara Agar Budidaya Ikan Patin Kebal Penyakit Akibat Infeksi :

  • Parasit adalah penyakit binntik putih biasanya meyerang pada benih usia 1 sampai dengan 6 minggu. Gejala serangn di cirikan dngan adanya bintik bintik putih di lapsan kulit badan , sirip dan lapisan insang dan berenang se cara tidak normal. Pengobatan dapt dilakukan dengn pemberian mgo , mbo , roxin dll. Dosis dan aturan pakai ada pada kemasan obat tersebut.
  • Bakteri aeromonas sp dan pseudomonas sp. Serangn terjadi pada bagian prut , dada dan pangkal sirip disertai pendrahan. Gejalanya lendir di tubuh ikan berkurang dan trasa kasar bila draba. Pengobatan dpat dilakukan dengan pmberian kalium permanganate (pk ) , oxytetracyklin juga chloromycetin. Untuk chloromycetin dpat dicampur dngan pakan dengan dosis 1 ,2 gram pekilo pakan.
  • Ciri ciri ikan terserang jamur adalah adanya luka di bgian tubuh trutama di tutup insang , sirip dan bgian punggung. Penceghan dapat dilakukan dngan menjaga kualitas air.

Pemanenan Budidaya

Ada 2 Tehnik Cara Pemanenan Yaitu :

  • Panen seleksi , dengan cara ikan dijaring lalu dpilih satu persatu. Ikan sudah memenuhi Bobot dan ukuran tertentu , akan dimasukkan ke keranjang dan untuk selanjutnya ditimbng sedangkan yang belum memenuhi kriteria akan dikemblikan ke kolam. Cara ini sangat beresiko tinggi karena ikan akan stress dan mogok makan.
  • Panen total , dengan cara dijaring lalu di masukan kekeranjang dan di timbng. Cara ini lebih tidak memiliki resikonya dibanding cara pertama.