jaketkulitgarut.co.id

Situs jaketkulitgarut.co.id yang membagikan informasi dunia teknologi informasi dan komunikasi , dan beberapa tips menarik.

Cinta Akan Ilmu Pengetahuan

Cinta Akan Ilmu Pengetahuan

Masyarakat pada saat itu belajar tidak mengharapkan apa-apa selain dari pada memperdalam ilmu pengetahuan. Mereka merantau keseluruh negeri islam untuk menuntut ilmu tanpa memperdulikan susah payah dalam perjalanan yang umumnya dilakukan dengan berjalan kaki atau mengendarai keledai. Tujuan mereka tidak lain untuk memuaskan jiwanya untuk menuntut ilmu.

–          Tujuan Kebendaan

Pada masa itu mereka menuntut ilmu supaya mendapatkan penghidupan yang layak dan pangkat yang tinggi, bahkan kalau memungkinkan mendapat kemegahan dan kekuasaan di dunia ini, sebagaimana tujuan sebagian orang pada masa sekarang.

–          Tingkat-Tingkat Pengajaran

Pada masa Abbasiyah sekolah-sekolah terdiri dari beberapa tingkat, yaitu :

  1. Tingkat sekolah rendah, namanya kuttab sebagai tempat belajar bagi anak-anak. Di samping kuttab ada pula anak-anak belajar dirumah, di istana, di toko-toko dan di pinggir-pinggir pasar. Adapun yang dipelajari meliputi : membaca Al-Quran dan menghafalnya, pokok-pokok ajaran islam, menulis kisah orang-orang besar islam, membaca dan menghafal syair-syair atau prosa, berhitung dan juga pokok-pokok nahwu shorof ala kadarnya.
  2. Tingkat sekolah menengah, yaitu masjid dan majelis sastra dan ilmu pengetahuan sebagai sambungan pelajaran di khuttab. Adapun pelajaran yang di ajarkan meliputi : Al-Quran, Bahasa Arab, Fiqih, Tafsir, Hadits, Nahwu, Shorof, Balaghoh, ilmu pasti, Mantiq, Falaq, Sejarah, ilmu alam, kedokteran, dan music.
  3. Tingkat perguruan tinggi, seperti Baitul Hikmah di Baghdad dan Darul Ilmu di Mesir ( Kairo ), dimasjid dan lain-lain. Pada tingkatan ini umumnya perguruan tinggi terdiri dari dua jurusan :
  4. Jurusan ilmu-ilmu agama dan Bahsa Arab serta kesastraannya. Ibnu Khaldun menamainya ilmu itu dengan Ilmu Naqliyah. Ilmu yang diajarkan pada jurusan ini meliputi : Tafsir Al-Quran, Fiqih, Nahwu, Sharaf, Balaghah, dan juga Bahasa Arab.
  5. Jurusan ilmu-ilmu hikmah ( filsafat ), Ibnu Khaldun menamainya dengan Ilmu Aqliyah. Ilmu yang diajarkan pada jurusan ini meliputi ; Mantiq, ilmu alam dan kima, music, ilmu-ilmu pasti, ilmu ukur, Falak, Ilahiyah ( ketuhanan ), ilmu hewan, dan juga kedokteran.
  6. Perkembangan ilmu pengetahuan dimasa Abbasiyah

Terdapat perkembangan ilmu pengetahuan, antara lain :

  1. Menerjemahkan buku-buku dari bahasa asing ( Yunani, Syiria Ibrani, Persia, India, Mesir, dan lain-lain ) ke dalam Bahasa Arab. Buku-buku yang diterjemahkan meliputi ilmu kedokteran, mantiq (logika), filsafat, aljabar, pesawat, ilmu ukur, ilmu alam, ilmu kimia, ilmu hewan, dan ilmu falak.

https://okabawes.co.id/mastergear-apk/

jaketkulitgarut

Kembali ke atas