DKI Jakarta Juara Umum OSN SMA

DKI Jakarta Juara Umum OSN SMA

DKI Jakarta Juara Umum OSN SMA

DKI Jakarta Juara Umum OSN SMA
DKI Jakarta Juara Umum OSN SMA

Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) dinobatkan menjadi juara umum tingkat Sekolah Menengah Atas

(SMA) pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) ke-18 tahun 2019. DKI Jakarta berhasil membawa pulang 48 medali dengan rincian 15 emas, 15 perak, dan 18 perunggu.

Sementara itu, posisi kedua ditempati Provinsi Jawa Barat (Jabar) dengan perolehan 28 medali dengan rincian 7 medali emas, 9 medali perak, dan 13 medali perunggu. Juara Umum ketiga diraih Provinsi Jawa Timur (Jatim) dengan 38 medali dengan 5 medali emas, 19 medali perak, dan 14 medali perunggu.

Menanggapi prestasi yang diraih tiga provinsi tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, para peserta OSN 2019 merupakan para juara. Pasalnya, meski tidak membawa pulang medali mereka telah melawati tahap seleksi yang luar biasa panjang dari tingkat sekolah hingga mewakili masing-masing provinsi.

Mendikbud berpesan agar para peserta OSN tetap belajar untuk meningkatkan daya saing bangsa. Ia percaya kemajuan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh para ilmuwan atau saintis handal yang dapat bekerja keras, sehingga siap memangku tanggung jawab memenuhi kewajiban sebagai putra.

“Peserta saya yakin kalian semua menjadi juara. Kenapa? Karena Anda datang kesini

sudah melalui proses. Jadi disini hanya proses untuk mengukuhkan kamu semua adalah juara. Tetapi perjalanan kalian masih panjang karena Anda yang akan menentukan Indonesia menjadi negara besar dan maju, tidak ada satupun negara di dunia ini menjadi negara maju tanpa didukung saintis yang handal,” kata Muhadjir pada Penutupan Olimpiade Sains Nasional Ke-18 yang berlangsung mulai 30 Juni hingga 5 Juli, di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (5/7/2019).

Diketahui OSN 2019 ini dikuti oleh 1.353 siswa dari tingkat SD hingga SMA. Muhadjir

menambahkan, OSN merupakan salah satu ajang olimpiade bergensi yang sesuai dengan standar pendidikan nasional yang diarahkan untuk mendorong 5C, yaitu critical thinking (berpikir kritis), creativity (kreativitas), collaboration (kolaborasi), communication (komunikasi), dan confidence (percaya diri).

Muhadjir menjelaskan melalui OSN, selain siswa dikenalkan semangat berkompetisi juga diimbangi dengan semangat untuk kolaborasi. Para peserta OSN selain mengikuti lomba mereka juga mengikuti serangkaian kegiatan lain untuk pengenalan budaya setempat dan berinteraksi untuk bertukar pikiran dengan teman baru dengan berbagai macam budaya.

Standar Internasional
Sementara itu, Direktur Pembinaan SMA Kemdikbud, Purwadi Sutanto menuturkan, soal-soal yang diberikan kepada peserta OSN telah berstandar internasional. Pemenang medali emas, perak, dan perunggu akan memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mendapatkan pembinaan sebagai calon delegasi Indonesia dalam kompetisi sains internasional. Ia optimistis alumni OSN dapat mengharumkan nama negara di kancah internasional.

“Peraih medali emas, perak dan perunggu, semuanya punya kesempatan untuk mendapatkan pembinaan dan seleksi menjadi wakil negara di ajang internasional,” ujar Purwadi.

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/sejarah-arya-damar/