Eggsotist, Pasta Gigi Praktis Karya Mahasiswa Fakultas Peternakan IPB

Eggsotist, Pasta Gigi Praktis Karya Mahasiswa Fakultas Peternakan IPB

Eggsotist, Pasta Gigi Praktis Karya Mahasiswa Fakultas Peternakan IPB

Eggsotist, Pasta Gigi Praktis Karya Mahasiswa Fakultas Peternakan IPB
Eggsotist, Pasta Gigi Praktis Karya Mahasiswa Fakultas Peternakan IPB

 

 

Berawal dari kesadaran pentingnya menggosok gigi dan kebutuhan kepraktisan, dua mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Ternak (THT) Fakultas Peternakan (Fapet) IPB angkatan 53, yaitu Ahmad Fauji dan Fiona Salfadila, menggabungkan kedua hal tersebut dengan menciptakan pasta gigi praktis yang langsung dimasukkan ke dalam mulut dan langsung dapat disikat menggunakan sikat gigi. Tanpa harus mengoleskannya pada sikat gigi terlebih dahulu. Pasta gigi yang terbuat dari kerabang atau cangkang telur dengan campuran susu ini dinamakan dengan Eggsotist.

Menggosok gigi menggunakan Eggsotist dapat mengefisienkan waktu dan tenaga

karena saat akan menyikat gigi tidak diperlukan adanya pergerakan membuka dan menutup kemasan pasta gigi, serta tanpa perlu mengoleskan pasta gigi ke sikat gigi. Eggsotist dapat menjadi salah satu solusi dalam permasalahan yang sering dijumpai, yaitu sering kali pasta gigi terjatuh saat kita mengoleskannya gigi ke sikat gigi.

“Selain praktis dan efisien, Eggsotist juga menyehatkan karena mengandung berbagai bahan hasil peternakan seperti susu dan kerabang telur yang mengandung kalsium tinggi. Eggsotist pun tidak mengandung detergen, sehingga aman digunakan,” terang Fauji.

Eggsotist telah membawa Fauji dan Fiona berhasil menorehkan prestasinya di kancah nasional

. Fauji dan Fiona berhasil meraih Juara Dua dalam lomba Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Fast Week 2018 yang diselenggarakan oleh Lembaga Kajian Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Andalas, (17-20/10). Kegiatan ini mengambil tema “Optimasi Peran Mahasiswa dalam Membangun Peternakan Berdaya Saing Industri”.

“Awalnya memang tidak terlalu yakin menang, karena baru pertama kali

mengikuti lomba karya tulis ilmiah, dan ditambah kami mendapat nomor urut pertama untuk presentasi. Selain itu, saingan kami berasal dari universitas ternama lain. Namun kami tetap berusaha untuk menampilkan yang terbaik,”ujar Fauji.

Untuk kelanjutan Eggsotist, Fauji mengatakan bahwa saat ini Eggsotist sedang disempurnakan formulanya. “Kami masih mencari beberapa bahan untuk antibakteri dan bahan yang dapat menghasilkan busa dari peternakan. Agar kelak Eggsotist dapat diproduksi,”tuturnya. (KR/ris)

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/