jaketkulitgarut.co.id

Situs jaketkulitgarut.co.id yang membagikan informasi dunia teknologi informasi dan komunikasi , dan beberapa tips menarik.

Etiologi Fraktur Clavicula

Etiologi Fraktur Clavicula

                        Penyebab farktur clavicula biasanya disebabkan oleh trauma pada bahu akibat kecelakaan apakah itu karena jatuh atau kecelakaan kendaraan bermotor, namun kadang dapat juga disebabkan oleh faktor-faktor non traumatik. Berikut beberapa penyebab pada fraktur clavicula yaitu :

  1. Fraktur clavicula pada bayi baru lahir akibat tekanan pada bahu oleh simphisis pubis selama proses melahirkan.
  2. Fraktur clavicula akibat kecelakaan termasuk kecelakaan kendaraan bermotor, jatuh dari ketinggian dan yang lainnya.
  3. Fraktur clavicula akibat kompresi pada bahu dalam jangka waktu lama, misalnya pada pelajar yang menggunakan tas yang terlalu berat.
  4. Fraktur clavicula akibat proses patologik, misalnya pada pasien post radioterapi, keganasan clan lain-lain.

Penyebab farktur clavicula biasanya disebabkan oleh trauma pada bahu akibat trauma jalan lahir dengan gejala:

  1. Bayi tidak dapat menggerakkan lengan secara bebas pada sisi yang terkena,
  2. Krepitasi dan ketidakteraturan tulang,
  3. Kadang-kadang disertai perubahan warna pada sisi fraktur,
  4. Tidak adanya refleks moro pada sisi yang terkena,
  5. Adanya spasme otot sternokleidomastoideus yang disertai dengan hilangnya depresi supraklavikular pada daerah fraktur.
  6. Biasanya diikuti palsi lengan

Faktor predisposisi fraktur klavikula adalah:

  1. Bayi yang berukuran besar
  2. Distosia bahu
  3. Partus dengan letak sungsang
  4. Persalinan traumatic .

Pengklasifikasian fraktur clavicula didasari oleh lokasi fraktur pada clavicula tersebut. Ada tiga lokasi pada clavicula yang paling sering mengalami fraktur yaitu pada bagian midshape clavikula dimana pada anak-anak berupa greenstick, bagian distal clavicula dan bagian proksimal clavicula.

Menurut Neer secara umum fraktur klavikula diklasifikasikan menjadi tiga tipe yaitu :

  1. Tipe I : Fraktur pada bagian tengah clavicula. Lokasi yang paling sering terjadi fraktur.
  2. Tipe II : Fraktur pada bagian distal clavicula. Lokasi tersering kedua mengalami fraktur setelah midclavicula.
  3. Tipe III : Fraktur pada bagian proksimal clavicula. Fraktur yang paling jarang terjadi dari semua jenis fraktur clavicula, insidensnya hanya sekitar 5%.

            Ada beberapa subtype fraktur clavicula bagian distal, menurut Neer ada 3 yaitu:

  1. Tipe I  :  merupakan fraktur dengan kerusakan minimal, dimana ligament tidak mengalami kerusakan.
  2. Tipe : merupakan fraktur pada daerah medial ligament coracoclavicular.
  3. Tipe III : merupakan fraktur pada daerah distal ligament coracoclavicular dan melibatkan permukaan tulang bagian distal clavicula pada AC joint.

Diagnosis Fraktur Clavicula

            Hasil pemeriksaan

  1. Adanya pembengkakan pada sektor daerah fractur.
  2. Krepitasi.
  3. Pergerakan lengan berkurang.
  4. Iritable selama pergerakan lengan.

            Diagnosis RO tidak selalu diindikasikan, 80% tidak mempunyai gejala dan hanya didapatkan hasil pemeriksaan yang minimal.

  1. PenatalaksanaanFraktur Clavicula

            Adapun penatalaksanaan terhadap bayi yang mengalami fraktur klavikula, yaitu:

  1. Bayi jangan banyak digerakkan
  2. Immobilisasi lengan dan bahu pada sisi yang akit dan abduksi lengan dalam stanhoera menopang bahu belakang dengan memasang ransel verband
  3. Rawat bayi dengan hati-hati
  4. Nutrisi yang adekuat (pemberian asi yang adekuat dengan cara mengajarkan pada ibu acar pemberian asi dengan posisi tidur, dengan sendok atau pipet)
  5. Rujuk bayi kerumah sakit

 Umumnya 7-10 hari sakit berkurang, pembentukan kalus bertambah beberapa bulan (6-8 minggu) terbentuk tulang normal.

Sumber: https://officialjimbreuer.com/

jaketkulitgarut

Kembali ke atas