Faktor Yang Mempengaruhi Interaksi Sosial

Faktor Yang Mempengaruhi Interaksi Sosial

Faktor Yang Mempengaruhi Interaksi Sosial

Faktor Yang Mempengaruhi Interaksi Sosial
Faktor Yang Mempengaruhi Interaksi Sosial

Terlihat Bahwa Suatu Interaksi Sosial

Harus terjadi dua arah dan menuntut kegiatan timbal-balik. Berlangsungnya suatu proses interaksi yang didasarkan pada berbagai factor, antar lain:

a. Imitasi
Imitasi adalah suatu tindakan yang menirukan tindakan,nilai,norma,atau ilmu pengetahuan orang atau kelompok yang berinteraksi.

 

Imitasi mempunyai 2 kemungkinan,yaitu:

Imitasi Positif , yaitu apabila mendorong seseorang untuk melakukan dan memenuhi kaidah-kaidah yang berlaku. Contoh: meniru gaya seorang penyanyi.
Imitasi Negatif , yaitu apabila mengakibatkan terjadinya hal-hal yang bertentangan dengan norma-norma dan kaidah-kaidah serta melemahkan daya kreasi seeorang. Contoh: pergaulan bebas.

b. Sugesti
Sugesti timbul apabila seseorang menerima suatu pandangan atau sikap orang lain secara tidak rasional. Contoh: orang yang sedang stress,biasanya bisa dengan mudah dipengaruhi orang lain.

c. Identifikasi
Merupakan kecenderungan atau keinginan seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. Contoh: seorang anak ingin menjadi seperti ayahnya yang menjadi panutan

d. Simpati
Merupakan suatu proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain. Contoh: seorang siswa mengikuti kegiatan ekstrakulikuler tari,karena tertarik dan merasa simpati kepada pelatihnya yang pandai menari.

 

SYARAT – SYARAT TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL

Menurut Soerjono Soekanto, syarat-syarat terjadinya interaksi sosial yaitu adanya kontak sosial dan komunikasi.

 

Adanya Kontak Sosial

Kontak sosial dari bahasa latin con atau cum yang artinya bersama-sama dan tango yang artinya menyentuh. Jadi, secara harfiah kontak sosial berarti bersama-sama menyentuh. Secara fisik, kontak sosial terjadi apabila terjadi hubungan badaniah.
Kontak sosial dapat terjadi dalam tiga bentuk,yaitu:
1. antara orang perorangan, misal: orang anak meniru perilaku ibunya.
2. antara orang perorangan dengan kelompok, missal: sekelompok preman yang memeras seseorang.
3. antara sustu kelompok dan kelompok lainnya, missal: dua buah perusahaan mengadakan join venture, atau perundingan damai antara dua kelompok yang bertikai.

 

Adanya Komunikasi

Kata komunikasi berasal dari bahasa latin yaitu COMINICARE (comunis) yg berarti milik bersama.
Berikut dijelaskan beberapa pengertian Komunikasi:
Komunikasi adalah kegiatan pengoperan lambing yg mengandung arti yg perlu dipahami bersama oleh pihak yg terlibat (Astrid).

 

Komunikasi adalah

Kegiatan penyampaian pesan tetang pikiran atau perasaan (Robert . J .G).
Komunikasi adalah pemindahan informasi dan pengartian dari satu orang ke orang lain (Davis).
Komunikasi adalah situasi dimana seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain yg berwujud pembicaraan,gerak-gerak badaniah,perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberikan reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang lain tersebut.
Menurut Talcott Parson terdapat dua macam orientasi dalam tindakan dan interaksi sosial,yaitu:
Orientasi Motivasional yg bersifat pribadi yg menunjukkan pada keinginan individu yg bertindak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

 

Orientasi nilai-nilai yg bersifat sosial merupakan orientasi

Yang menunjuk pada standar-standar normative (membedakan baik atau buruk,benar atau salah) dalam wujud agama atau tradisi setempat.
Komunikasi dpapat dilakukan dg bahasa isyarat, kata-kata, simbol-simbol. Komunikasi yg menggunakan bahsa isyarat disebut komunikasi NON VERBAL misalnya, anggukan kepala, gelengan kepala, menangis, tertawa,dll. Sedangkan komunikasi yg menggunakan kata-kata disebut komunikasi VERBAL. Sedangkan symbol-simbol bersifat ABSTRAK.

 

HEWITT menjabarkan tujuan spesifik komunikasi yaitu

Mempelajari atau mengajarkan sesuatu, mempengaruhi perilaku seseorang, mengungkapkan perasaan, menjelaskan perilaku sendiri atau perilaku orang lain, berhubungan dg orang lain,menyelesiakan masalah atau konflik, mencapai suatu tujuan, menurunkan ketegangan atau konflik, menstimulasi minat pada diri sendiri, atau oang lain.
Berikut beberapa syarat proses berlangsungnya komunikasi adalah:
Pengirim pesan atau komunikator (sender),pihak yg mengirim atau memberi pesan.
Penerima pesan atau komunikan (receiver) , pihak yg menerima pesan.
Pesan (message), isi atau maksud yg akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
Tanggapan (feedback), tanggapan dari si penerima pesan atas isi pesan.

Sumber : https://blog.dcc.ac.id/bpupki-sejarah-anggota-tugas-dan-pembentukannya/