Fenomena Wahyu Dalam Islam

Fenomena Wahyu Dalam Islam

Fenomena Wahyu Dalam Islam

Fenomena Wahyu Dalam Islam
Fenomena Wahyu Dalam Islam

1. Pengertian Wahyu

Wahyu secara etimologi / Bahasa berarti petunjuk yang diberikan dengan cepat. Cepat artinya dating secara langsung kedalam jiwa tanpa didahului jalan pikiran dan tidak duketahui oleh seorangpun.
Jika dilihat secara jelas makna-makna wahyu tersebut dapat berarti.
a. Ilham yang sudah merupakan fitrah bagi manusia, sebagaimana wahyu yang diberikan kepada ibu nabi Musa As yang berbunyi:

(QS Al-Qasas ayat 7)

وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ أُمِّ مُوسَىٰ أَنْ أَرْضِعِيهِ ۖ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي ۖ إِنَّا رَادُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ الْمُرْسَلِينَ

dan (ingatlah) ketika Kami wahyukan (ilhamkan) kepada ibu Nabi Musa supaya menyusuinya.

b. Ilham yang merupakan gharizah/instink bagi binatang, sebagaimana petunjuk yang diberikan kepada lebah:
(QS 16:68) “Dan tuhanmu mewahyukan (memberi petunjuk) kepada lebah supaya menjadikan gunung-gunung dan pohon-pohon itu sebagai tempat tinggal.

c. Suatu isyarat yang diberikan dengan cepat melalui tanda dan kode, sebagaimana firman Allah kepada NAbi Zakaria:
(QS 19:11) “Maka ketika dia keluar dari mihrab untuk menemui kaumnya, Allah memberi wahyu (petunjuk atau isyarat) kepada mereka supaya bertasbih diwaktu pagi dan petang.

d. Godaan dan hiasan kejahatan yang dilakukan oleh setan pada diri manusia:
(QS 6:121) “Dan sesungguhnya setan-setan itu mewahyukan (membisikkan kejahatan atau was-was) kepada kawan-kawan setia mereka.

e. Berupa perintah Allah kepada para malaikat-Nya: (QS 8:12) “maka ketika Tuhanmu mewahyukan atau memerintahkan kepada Malaikat bahwa Aku bersamamu.

Jika diambil makna wahyu itu dari bentuk masdarnya maka wahyu berarti petunjuk Allah yang diberikan kepada seseorang yang dimuliakan-Nya secara cepat, dan tersembunyi. Subhi Sholih menyatakan bahwa wahyu adalah pemberitahuan yang bersifat goib, rahasia, dan sangat cepat.

Dari makna diatas dapat dipahami bahwa wahyu adalah kalam Allah yang diturunkan kepada nabi dan atau rasul secara rahasia dan sangat cepat.

2. Cara Penurunan Wahyu

Wahyu yang diturunkan kepada Rasul atau nabi secara rahasia dan sangat cepat itu bervariasi. Dari variasi itu terbagi pada dua kelompok besar, yaitu melalui perantara Malaikat Jibril dan langsung tanpa perantara.

Baca Juga: Rukun Iman

a. Melalui perantara Malaikat

Wahyu yang diturunkan dengan cara ini yang terkenal ada dua yaitu:

Pertama, Jibril mrnampakkan wajahnya dan bentuknya yang asli. Cara seperti ini terjadi ketika Nabi Muhammad menerima wahyu yang pertama, surah al alaq ayat 1-5.

Kedua, Jibril menyamar seperti seorang laki-laki yang berjubah putih. Misalnya ketika Nabi Muhammad menerima wahyu tentang imam, islam, ihsan, dan tanda-tanda hari kiamat.

b. Tanpa Perantara Malaikat ( Langsung )

Melalui mimpi yang benar, misalnya ketika turun wahyu surah al kautsar ayat 1-3. Artinya:
1. Sesungguhnya kami btelah memberikan kepdamu nikmat yang banyak
2. Maka dirikanlah sholat karna tuhanmu dan berkorbanlah
3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus
(qs. Al-kautsar 1-3)

Contoh lain adalah wahyu tentang penyembelihan Ismail oleh ayahnya, Ibrahim, yang diuraikan dalam surah al shaffat ayat 101-112

Allah berbicara langsung Adapula yang menyatakan bahwa cara ini adalah turunnya wahyu melalui balik hijab. Misalnya wahyu Allah kepada Nabi Musa yang diceritakan dalam Alquran surah Al-A’rof ayat 143 dan An-Nisa ayat 164. (tulis)
Contoh lain adalah wahyu yang diterima Nabi Muhammad pada malam isra dan mi’raj tentang perintah sholat lima waktu. Menurut al-Qathan cara seperti ini tidak didapati satu ayat pun dalam Alquran.
Cara yang lain lagi adalah seperti gemercikan lonceng. Menurut jumhur ulama cara tersebut termasuk yang melalui perantara malaikat. Namun contohnya belum didapati.