jaketkulitgarut.co.id

Situs jaketkulitgarut.co.id yang membagikan informasi dunia teknologi informasi dan komunikasi , dan beberapa tips menarik.

Hubungan Shalat dengan Kesehatan Mental

Hubungan Shalat dengan Kesehatan Mental

Hubungan Shalat dengan Kesehatan Mental

Shalat merupakan suatu aktivitas jiwa yang termasuk dalam kajian ilmu psikologi transpersonal. Shalat adalah proses perjalanan spiritual yang penuh makna yang dilakukan seorang manusia untuk menemui Tuhan Semesta Alam. Shalat dapat menjernihkan jiwa dan mengangkat orang yang menunaikannya untuk mencapai taraf kesadaran yang lebih tinggi dan pengalaman puncak spiritualitas. Shalat memiliki kemampuan untuk mengurangi kecemasan karena ia merupakan meditasi tertinggi dalam islam. Gerakan shalat merupakan sebuah proses relaksasi. Bacaan-bacaan dalam shalat bisa memunculkan auto sugesti yang membuat kita selalu berpandangan progesif terhadap permasalahan yang dihadapi. Ketika shalat, ruhani bergerak menuju Zat Yang Maha Mutlak. Pikiran terlepas dari keadaan riil dan panca indra melepaskan diri dari segala macam keruwetan peristiwa di sekitarnya.

Kesehatan mental (Mental Hygiene) adalah terhindarnya individu dari gejala-gejala gangguan jiwa dan penyakit jiwa, dapat menyesuaikan diri, dapat memanfaatkan segala potensi dan bakat yang ada semaksimal mungkin dan membawa kepada kebahagiaan serta tercapainya keharmonisan jiwa dalam hidup.

Cara dan sikap dalam menghadapi segala permasalahan sangat ditentukan oleh kesehatan mental. Jadi yang menentukan ketenangan dan kebahagiaan hidup adalah kesehatan mental. Kesehatan mental lah yang menentukan apakah orang akan mempunyai kegairahan untuk hidup atau tidak. Orang yang sehat mentalnya tidak akan mudah merasa putus asa, pesimis atau apatis, karena ia dapat mengahadapi semua rintangan atau kegagalan hidupnya dengan tenang.

Seseorang dikatakan terganggu kesehatan mentalnya bila terjadi kegoncangan emosi, depresi, dan prilaku abnormal. Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap pasien-pasien yang bermasalah kesehatan mentalnya, dapat disimpulkan bahwa kesehatan mental yang terganggu dapat mempengaruhi keseluruhan hidup seseorang. Di antara gangguan jiwa yang disebabkan oleh kesehatan mental ialah rasa cemas, iri hati, sedih, merasa rendah diri, inferior, pemarah, ragu dsb.

Kepribadian seseorang senantiasa perlu dibentuk sepanjang hayatnya, dan pembentukan bukan merupakan pekerjaan yang mudah, shalat merupakan kegiatan harian, kegiatan mingguan, kegiatan bulanan atau kegiatan amalan tahunan (salat idhul fitri dan idul adha) dapat sebagai sarana pembentukan kepribadian, yaitu manusia yang bercirikan : disiplin,taat waktu,bekerja keras,mencintai kebersihan,senantiasa berkata yang baik.

1. Shalat merupakan Terapi Mental Paling Ampuh

Saat seseorang shalat terjadilah proses penentraman jiwa dan relaksasi tubuh dalam menghadap Sang Pencipta secara berulang-ulang. Shalat menjadi sebuah momen dimana seseorang dapat meredakan emosi dan melunakkan kegelisahan di antara rutinitas sehari-hari yang ia jalankan. Dari sini, akan terpancar ketentraman jiwa dan ketenangan fisik yang diperlihatkan oleh shalat.

2. Shalat adalah salah satu teknik terbaru dalam Terapi Perilaku yang dipraktikan oleh para psikiater

Psikiater yang menggunakan shalat sebagai media terapi, akan melatih dan membiasakan pasien untuk mengubah posisi saat marah. Misalnya, kalau pasien sedang marah sambil berdiri maka disarankan untuk duduk. Jika pasien duduk dalam keadaan marah, maka disarankan untuk berbaring terlentang lalu membuang ketegangan saraf sampai kemarahannya hilang. Dalam dunia kedokteran, hal ini disebut “pembentukan perilaku”.

Baca Juga: https://www.pendidik.co.id/sholat-rawatib/

3. Shalat memiliki beberapa faktor penyembuhan

a. Pembentukan komunitas masyarakat yang hidup dalam lingkungan kasih sayang.
Orang yang sholat jiwanya akan merasa tentram dan aman sehingga timbul rasa saling mengasihi sesama umatNya.

b. Pembentukan sikap lembut dan rendah hati kepada orang lain.
Maksudnya adalah bahwa setiap orang yang shalat tidak ada perbedaan perasaan lebih tinggi dari pada seseorang yang lainnya, meskipun ia seorang pejabat sekalipun. Karena dihadapan Tuhan, semua makhluk tidak ada yang lebih besar atau kecil jabatannya dalam shalat.

c. Mengkikis habis faktor-faktor kedengkian tertahap orang lain.
Pada intinya, seseorang yang paham dengan manfaat shalat ia akan senantiasa memiliki anti-dengki terhadap sesamanya, karena didalam shalat terkandung kelembutan yang bisa membuat hati pelaksananya tenang.

d. Pemupusan rasa asing yang banyak dikeluhkan para penderita penyakit jiwa.
Dalam shalat, seseorang yang jiwanya sakit, akan melihat banyaknya harapan karena buah dari kesabarannya melaksanakan shalat. Dengan muatan faktor yang begitu hebat, maka shalat tidak diragukan lagi sebagai obat mujarab yang menyembuhkan Penyakit di dalam hati. Itulah alasan Allah menyuruh manusia untuk melakukan shalat yang tidak lain adalah untuk kebaikan manusia sendiri

jaketkulitgarut

Kembali ke atas