Imbau Tak Percaya Tawaran Bantu Loloskan Masuk UIN

Imbau Tak Percaya Tawaran Bantu Loloskan Masuk UIN

Imbau Tak Percaya Tawaran Bantu Loloskan Masuk UIN

Imbau Tak Percaya Tawaran Bantu Loloskan Masuk UIN
Imbau Tak Percaya Tawaran Bantu Loloskan Masuk UIN

Pimpinan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung mengimbau kepada masyarakat

umum agar waspada jika menerima tawaran dari siapapun yang menjanjikan dapat membantu calon mahasiswa diterima masuk ke UIN SGD Bandung.

Hal itu diungkapkan, Wakil Rektor I, Prof. Dr. H. Asep Muhyidin, M.Ag menanggapi terkait banyaknya laporan penipuan yang dilakukan sekelompok orang tidak bertanggung jawab dengan syarat memberikan sejumlah uang sebagai jaminan bisa diterima di UIN SGD Bandung.

Dilansir dari laman reseni UIN SGD, Asep menegaskan, untuk seleksi jalur Sarjana (S-1) UIN SGD Bandung hanya mengacu pada hasil lima jalur yakni, melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Seleksi Prestasi Akademik Nasional-Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), Ujian Masuk-Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) dan PMB Mandiri dengan sistem CBT (Computer Based Testing), jalur khusus tahfidz al-Qur’an (minimal 5 Juz) dan jalur prestasi seni dan olahraga.

”Jadi, tidak ada seorang pun, baik dari dalam maupun luar UIN SGD

Bandung yang memiliki wewenang untuk memasukkan calon mahasiswa ke UIN SGD Bandung di luar jalur tersebut,” terangnya.

Dalam penerimaan mahasiswa baru, lanjutnya, UIN SGD Bandung murni hanya melihat prestasi siswa. Tidak ada kemampuan dari dosen atau orang kepercayaan yang bisa meloloskan siswa masuk ke UIN.

”Bahkan pimpinan universitas maupun fakultas pun tidak bisa,” tegasnya.

Menurutnya, saat ini ada banyak modus operandi penipuan. Salah satunya ada oknum yang meyakinkan orangtua atau calon mahasiswa secara lisan yang mengaku dapat menjamin meloloskan siswa masuk UIN SGD Bandung.

”Biasanya oknum meminta korban mentransfer sejumlah uang sebagai jaminan. Tidak tanggung-tanggung, oknum tersebut meminta uang kepada korban sebesar jutaan rupiah,” ujarnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, modus dari pelaku juga biasanya menjanjikan jika UIN SGD

Bandung akan menggelar seleksi tambahan bagi calon mahasiswa yang tidak diterima melalui jalur SNMPTN, SBMPTN, UMPTKIN, SPANPTKIN, Mandiri.

”Oknum itu membantu meloloskan seleksi tambahan tersebut, dengan tanda kelulusan tersendiri. Padahal UIN SGD Bandung tidak menyelenggarakan seleksi seperti itu,” bebernya.

Oleh karena itu, dengan banyak terungkapnya kasus penipuan tersebut, maka diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat umum, agar tidak tertipu. Dampak dari tindak penipuan ini tidak hanya terkait soal uang yang hilang, tapi juga dampak psikologi bagi para korban dan keluarganya.

”Beberapa korban terbukti mengalami depresi hingga mengganggu kehidupannya sehari-hari. Silakan segera laporkan oknum tersebut ke kepolisian, kalau ditemukan kasus serupa,” ucapnya.

 

Sumber :

https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/jsk/comment/view/827/0/227587