jaketkulitgarut.co.id

Situs jaketkulitgarut.co.id yang membagikan informasi dunia teknologi informasi dan komunikasi , dan beberapa tips menarik.

Jenis-jenis Kebenaran

Jenis-jenis Kebenaran

Manusia selalu mencari kebenaran, jika manusia mengerti dan memahami arti kebenaran, sifat asasinya terdorong pula untuk melaksankan kebenaran itu. Sebaliknya, jika pengetahuan dan pemahaman tentang kebenaran, tanpa melaksankan konflik kebenaran, manusia akan mengalami pertentangan batin, konflik spilogis. Karena di dalam kehidupan manusia sesuatu yang dilakukan harus diiringi oleh kebenaran dalam jalan hidup yang dijalaninya dan manusia juga tidak akan bosan untuk mencari kenyataan dalam hidupnya yang selalu ditunjukkan oleh kebenaran tersebut. Dalam usaha mencari kebenaran, dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan dan terdapat beberapa jenis – jenis kebenaran yaitu:

a         Kebenaran epistomologikal

adalah kebenaran dalam hubungannya dengan pengetahuan manusia. Maksudnya yakni kebenaran tersebut berasal dari kemampuan manusia dalam mempelajari alam lewat panca indra dan pikirannya. Dalam menemukan kebenaran tersebut, mereka menggabungkan segala kejadian yang ditemuinya  bersifat rasional maupun secara empiris. Ada empat teori yang menjelaskan tentang kebenaran epistemologi yaitu yang pertama adalah teori korespondensi, yang menyatakan bahwa kebenaran adalah kemanunggalan antara subyek (esensi yang diberikan) dengan obyek (esensi yang melekat pada obyeknya). Kedua adalah teori koherensi yang menyatakan bahwa kebenaran ditegakkan atas hubungan antara putusan yang baru dengan putusan-putusan sebelumnya yang telah diketahui dan diakui kebenarannya terlebih dahulu. Disebut koheren jika memenuhi empat syarat penegrtian yang bersifat psikologis, logis, kepastian dan keyakinan tidak dapat dikoreksi dan kepastian yang dignakan dalam pembicaraan umum. Teori kebenaran yang ketiga adalah pragmatisme kebenaran yang menyatakan bahwa benar tidaknya sesuatu ucapan, dalil semata-mata bergantung pada azas manfaat (bersifat fungsional bagi manusia) dan teori terakhir adalah agama sebagai teori kebenaran. Dalam teori ini sesuatu dinyatakan benar apabila sesuai dengan ajaran agama atau wahyu sebagai penentu kebenaran mutlak   Contohnya adalah seseorang melihat ikan yang sedang berenang, secara rasional ikan tersebut hidup sehingga ia perlu melakukan aktivitas berenang untuk mendapatkan makanan.

sumber :

https://solopellico3p.com/beli-mobil-bekas/

jaketkulitgarut

Kembali ke atas