Jenis Laporan Audit

Jenis Laporan Audit

Jenis Laporan Audit

Jenis Laporan Audit
Jenis Laporan Audit

Laporan audit berisi tentang pendapat seorang auditor yang merupakan pernyataan kewajaran laporan keuangan, dalam semua hal yang material, posisi keuangan dan hasil usaha dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

Pendapat yang terdapat di laporan audit sangat penting sekali dalam proses audit atapun proses atestasi lainnya karena pendapat tersebut merupakan informasi utama yang dapat diinformasikan kepada pemakai mengenai apa yang dilakukan auditor dan kesimpulan yang diperolehnya.

Pendapat auditor dikelompokkan ke dalam lima tipe, yaitu :

Pendapat wajar tanpa pengecualian

Pendapat ini diberikan auditor bila tidak adanya pembatasan terhadap auditor dalam lingkup audit dan tidak ada pengecualian yang signifikan mengenai kewajaran dan penerapan standar akutansi keuangan dalam laporan keuangan disertai dengan pengungkapan yang memadai dalam laporan keuangan. Laporan audit ini merupakan laporan yang paling diharapkan oleh semua pihak, baik oleh klien maupun oleh auditor.

Ada beberapa kondisi laporan keuangan yang harus dipenuhi untuk menilai laporan keuangan yang dianggap menyajikan secara wajar kepada posisi yaitu:
a. Standar akuntansi keuangan digunakan sbg pedoman untuk menyusun laporan keuangan,
b. Perubahan standar akuntansi keuangan dari periode ke periode telah cukup dijelaskan.
c. Informasi dalam catatan-catatan yang mendukungnya telah digambarkan & dijelaskan dgn cukup dalam laporan keuangan, sesuai dgn standar akuntansi keuangan.

Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelas

Suatu paragraf penjelas dalam laporan audit diberikan oleh auditor dalam keadaan tertentu yang mungkin mengharuskannya melakukan hal tersebut, meskipun tidak mempengaruhi pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan.

baca juga: PPKI

Keadaan tertentu yang di maksud :
Pendapat wajar sebagian didasarkan atas laporan audit lain
Untuk mencegah agar laporan keuangan tidak menyesatkan karena keadaan yang luar biasa, laporan disajikan menyimpang dari prinsip akuntansi.
Adanya kesangsian terhadap kelangsungan hidup entitas/ perseroan / organisasi .
Diantara 2 periode terdapat perubahan yang material dalam penggunaan prinsip akuntansi.
Keadaan tertentu yang berhubungan dengan laporan audit atas laporan keuangan komparatif
Data keuangan yang diharuskan Bapepam tidak disajikan
Informasi tambahan yang diharuskan oleh Ikatan Akuntan Indonesia yang penyajiannya menyimpang jauh dari pedoman dan auditor tidak dapat menghilangkan keraguan yang besar apakah informasi tambahan tersebut sesuai dengan panduan.
Informasi lain dalam suatu dokumen yang berisi laporan keuanganyang diaudit secara material tidak konsisten dengan informasi yang disajiakan dalam laporan keuangan.

Pendapat wajar dengan pengecualian

Ada beberapa kondisi yang mengharuskan seorang auditor memberikan pendapat wajar dengan pengecualian, diantaranya yaitu :
a. Klien membatasi ruang lingkup audit
b. Kondisi-kondisi yang ada diluar kekuasaan klien ataupun auditor menyebabkan auditor tidak dapat melaksanakan prosedur audit penting
c. Laporan keuangan tidak disusun berdasarkan standar akuntansi keuangan
d. Ketidakkonsistenan penerapan standar akuntansi keuangan yang digunakan dalam menyusun laporan keuangan

Pendapat tidak wajar

Pendapat ini merupakan kebalikan dari pendapat wajar tanpa pengecualian. Auditor memberikan pendapat tidak wajar jika laporan keuangan klien tidak menyajikan secara wajar atas laporan keuangan. Hal ini disebabkan karena laporan keuangan tidak disusun berdasar standar akuntansi keuangan. Selain itu pendapat tidak wajar disebabkan karena ruang lingkup auditor dibatasi sehingga bukti kompeten yang cukup untuk mendukung pendapatnya tidak dapat dikumpulkan. Jika laporan keuangan diberi pendapat tidak wajar oleh auditor maka informasi yang disajikan klien dalam laporan keuangan sama sekali tidak dapat dipercaya, sehingga tidak dapat dipakai oleh pemakai informasi keuangan untuk pengambilan keputusan.

Pernyataan tidak memberikan pendapat

Jika auditor tidak memberikan pendapat atas objek audit, hal ini disebabkan beberapa kondisi, yaitu adanya pembatasan yang sifatnya luar biasa terhadap lingkungan auditnya, kemudian karena auditor tidak independen dalam hubungan dengan kliennya. Perbedaan antara pernyataan tidak memberikan pendapat dengan pendapat tidak wajar adalah pendapat tidak wajar ini diberikan dalam keadaan auditor mengetahui adanya ketidakwajaran dalam laporan keuangan klien, sedangkan auditor menyatakan tidak memberikan pendapat (no opinion) karena ia tidak cukup memperoleh bukti mengenai kewajaran laporan keuangan auditan atau karena ia tidak independen dalam hubungannya dengan klien.