Keberhasilan Studi di Perguruan Tinggi: Bantu Orang Lain untuk Bantu Diri Sendiri

Keberhasilan Studi di Perguruan Tinggi Bantu Orang Lain untuk Bantu Diri Sendiri

Keberhasilan Studi di Perguruan Tinggi: Bantu Orang Lain untuk Bantu Diri Sendiri

Keberhasilan Studi di Perguruan Tinggi Bantu Orang Lain untuk Bantu Diri Sendiri
Keberhasilan Studi di Perguruan Tinggi Bantu Orang Lain untuk Bantu Diri Sendiri

Secara umum, pendidikan tinggi merupakan pengalaman yang mementingkan diri sendiri bagi

mahasiswa yang menempuhnya.
Orang sering berusaha menempuh pendidikan tinggi karena ingin memperbaiki kehidupan mereka, atau ingin meningkatkan peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, menarik, dan bermakna.

Bahkan jika orang ingin menemukan obat untuk berbagi jenis penyakit atau mengatasi masalah tuna wisma, mereka harus menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mendapatkan pengetahuan dan pelatihan bagi diri mereka sendiri sebelum mereka dapat membantu orang lain.

Waktu kuliah mahasiswa biasanya sangat sibuk, dan mereka seakan-akan tidak punya waktu

atau kebebasan untuk melayani orang lain kecuali diri mereka sendiri. Namun, menurut Direktur Akademik di Center for Social Concerns (Pusat Peduli Sosial) di University of Notre DameConnie Snyder Mick, hal itu tidak seluruhnya benar. “Mahasiswa tetap bisa meluangkan waktu untuk membantu sesama,” ujarnya.

Lembaga-lembaga serupa juga bisa ditemukan di banyak perguruan tinggi dan universitas di Amerika Serikat. Mick mengatakan lembaga itu membantu mahasiswa mencari pengalaman yang mungkin tidak berhubungan langsung dengan kemajuan akademik, tetapi tetap penting, yakni menjadi sukarelawan.

Mengabdi sebagai sukarelawan tidak jarang ditemukan di pendidikan tinggi.

Banyak kelompok kampus mengorganisir program-program sukarela atau upaya penggalangan dana untuk berbagai alasan yang berbeda. Para pejabat yang bertanggung jawab atas perumahan mahasiswa sering menyelenggarakan acara semacam itu untuk membantu mahasiswa membangun rasa kebersamaan.
Keterlibatan dalam kegiatan semacam itu baik bagi mahasiswa, kata Mick kepada wartawan baru-baru ini. Sebagai contoh, kesibukan dalam kehidupan kampus dapat mengakibatkan stres bagi mahasiswa. Melakukan sesuatu yang sama sekali tidak terkait dengan studi mahasiswa atau pekerjaan lain dapat membantu menenangkan mereka dengan mengarahkan pikiran mereka pada hal-hal lain yang positif.

Demi memperkaya pengalaman yang lebih bermakna selama masa kuliah para mahasiswa, Connie Snyder Mick mendorong mahasiswa untuk mengunjungi pusat-pusat pendidikan seperti yang dipimpinnya.

 

Baca Juga :