Kinerja Pegawai Dapat Dilihat Dari Cara Komunikasinya

Kinerja Pegawai Dapat Dilihat Dari Cara Komunikasinya

Kinerja Pegawai Dapat Dilihat Dari Cara Komunikasinya

Kinerja Pegawai Dapat Dilihat Dari Cara Komunikasinya

Padahal komunikasi

Kesalahpahaman atau miss komunikasi yang terjadi kerap kali disebabkan karena kurang baiknya komunikasi yang dilakukan. Padahal komunikasi yang baik dapat berpengaruh pada aspek kehidupan. Mulai dari rasa kepercayaan diri, pekerjaan hingga perihal jodoh. Hal tersebut disampaikan Publik Relation Soul of Speaking Juwita Maharani saat melakukan audiensi dengan Wali Kota Bogor Bima Arya di Balaikota Bogor, Kamis (03/08/2017).

Juwita mengatakan, komunikasi ini sangat penting karena tidak semua orang memahami definisi komunikasi secara benar. Pasalnya, semua orang dapat berbicara tetapi tidak semua bisa berkomunikasi dengan terstruktur, mempunyai tujuan dan tidak berputar-putar. “Komunikasi ini sangat mempengaruhi kinerja pegawai. Kenapa ada pegawai yang kerjanya males-males dan tidak sesuai target itu semua karena masalah komunikasi,” ujarnya.

Ia menuturkan

Komunikasi itu berasal dari pikiran dan perasaan. Jika seseorang berfikir negatif maka yang keluar juga akan negatif. Tanpa disadari apapun yang disampaikan baik verbal ataupun non verbal akan kembali kepada diri sendiri. “Misalnya kita sering broadcast berita negatif yang tidak jelas kebenarannya itu membuat pembaca cemas dan dengan sendirinya berbalik pada diri kita,” jelasnya.

Maka dari itu, lanjut Juwita

Publik speaking ini sangat dibutuhkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang pekerjaannya berkaitan dengan pelayanan masyarakat. Menurutnya, bagaimana ASN dapat melayani publik jika mereka sendiri tidak merasa nyaman dengan kondisinya. Hingga kemudian berdampak pada pelayanan yang kurang ramah dan tidak profesional. Padahal seharusnya antara kebutuhan masyarakat dan program pemerintah dapat selaras.  “SDM-nya harus ditingkatkan juga, jadi tidak sibuk membangun infrastruktur. Kan kalau SDM bekerja dengan bahagia maka masyarakat ikut bahagia,” imbuhnya.

Ia menerangkan

Di Soul of Speaking ini pegawai akan dilatih hanya dalam waktu dua hari dengan fasilitator Rani Badri Kaliandra yang sekaligus pendiri dari Soul of Speaking. Pelatihan komunikasi ini berbeda dengan pelatihan komunikasi lainnya, karena pihaknya menekankan peserta menjadi komunikator ulung dalam aspek kehidupan. Tidak berbatas dari suara atau gesturnya saja. “Sudah banyak testimoni dari peserta pelatihan. Kami harap Wali Kota dapat mengirimkan pegawainya ke pelatihan soul of speaking demi Pemerintah Kota Bogor yang lebih baik,” katanya.

Menanggapi hal tersebut

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, publik speaking memang penting dan ia mengaku di Pemerintah Kota Bogor masih banyak yang komunikasinya kurang bagus. Tetapi semua akan sangat bergantung pada metode dan instrukturnya seperti apa serta tentu harus berkelanjutan juga. “Saya harus lihat dulu metode pelatihan dan fasilitatornya. Kalau memang cocok dan sreg ya nanti dilihat dulu anggarannya,” pungkasnya

Sumber: https://symbiantweet.com/