jaketkulitgarut.co.id

Situs jaketkulitgarut.co.id yang membagikan informasi dunia teknologi informasi dan komunikasi , dan beberapa tips menarik.

Klasifikasi industri berdasarkan tenaga kerja

Klasifikasi industri berdasarkan tenaga kerja

Berdasarkan jumlah tenaga kerja yang digunakan, industri dapat dibedakan menjadi:

  1. Industri rumah tangga, yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja kurang dari empat orang. Ciri industri ini memiliki modal yang sangat terbatas, tenaga kerja berasal dari anggota keluarga, dan pemilik atau pengelola industri biasanya kepala rumah tangga itu sendiri atau anggota keluarganya. Misalnya: industri anyaman, industri kerajinan, industri tempe/tahu, dan industri makanan ringan.
  2. Industri kecil, yaitu industri yang tenaga kerjanya berjumlah sekitar 5 sampai 19 orang, Ciri industri kecil adalah memiliki modal yang relatif kecil, tenaga kerjanya berasal dari lingkungan sekitar atau masih ada hubungan saudara. Misalnya: industri genteng, industri batubata, dan industri pengolahan rotan.
  3. Industri sedang, yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja sekitar 20 sampai 99 orang. Ciri industri sedang adalah memiliki modal yang cukup besar, tenaga kerja memiliki keterampilan tertentu, dan pimpinan perusahaan memiliki kemapuan manajerial tertentu. Misalnya: industri konveksi, industri bordir, dan industri keramik.
  4. Industri besar, yaitu industri dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 100 orang. Ciri industri besar adalah memiliki modal besar yang dihimpun secara kolektif dalam bentuk pemilikan saham, tenaga kerja harus memiliki keterampilan khusus, dan pimpinan perusahaan dipilih melalui uji kemampuan dan kelayakan (fit and profer test). Misalnya: industri tekstil, industri mobil, industri besi baja, dan industri pesawat terbang.

µ    Klasifikasi industri Berdasarkan produk yang dihasilkan

Usaha industri pada akhirnya akan menghasilkan berbagai macam barang yang bisa diambil manfaatnya atau dikonsumsi oleh manusia. Berdasarkan produk yang dihasilkan dalam kegiatan industri, industri diklasifikasikan menjadi beberapa macam, yakni:

  1. Industri primer, adalah sektor industri primer. Industri primer merupakan industri yang menghasilkan barang atau benda yang tidak perlu pengolahan yang lebih lanjut. Barang- barang yanf dihasilkan oleh sektor industri primer ini langsung dapat digunakan atau dinikmati secara langsung. Beberapa contih dari industri ini adalah industri anyaman, industri makanan dan minuman.
  2. Industri sekunder, adalah sektor industri sekunder. Industri sekunder merupakan industri yang menghasilkan barang atau benda yang membutuhkan pengolahan lebih lanjut sebelum dapat dinikmati atau digunakan. contoh dari industri ini adalah industri ban, industri pemintalan benang, industri baja maupun industri tekstil.
  3. Industri tersier merupakan industri yang tidak menghasilkan barang atau benda yang dapat dinikmati atau dimanfaatkan secara langsung maupun tidak langsung. Namun industri ini menghasilkan jasa layanan yang dapat membantu dan juga mempermudah kebutuhan masyarakat. Beberapa contoh industri ini antara lain adalah industri angkutan, industri perdagangan, industri perbankan serta industri pariwisata.
  4. sumber :

https://dogetek.co/seva-mobil-bekas/

jaketkulitgarut

Kembali ke atas