jaketkulitgarut.co.id

Situs jaketkulitgarut.co.id yang membagikan informasi dunia teknologi informasi dan komunikasi , dan beberapa tips menarik.

KONSEP BELAJAR SEPANJANG HAYAT

KONSEP BELAJAR SEPANJANG HAYAT

KONSEP BELAJAR SEPANJANG HAYAT

Belajar menurut Klien (Learning Principles and Application, 1993, halaman 2), adalah: Proses eksperiensial (pengalaman) yang meng­hasilkan perubahan perilaku yang relatif permanen dan yang tidak dapat dijelaskan dengan keadaan sementara kedewasaan, atau tendensi alamiah.

Rumusan Klien yang agak behavioristik meskipun dipengaruhi oleh fenomenologi dan menunjuk pada experiential learning, perlu disela dengan orientasi konstruktivisme yang merupakan bagian dari psikologi belajar yang berorientasi humanistik. Artinya, memang belajar tidak terjadi karena proses kematangan dari dalam saja (innate tendencies, yang merupakan faktor genetis), melainkan juga karena pengalaman yang perolehannya bersifat eksistensial. Penulis me­nambahkan bahwa psikologi belajar yang berorientasi pada pendekatan humanistik dipengaruhi oleh adanya kebebasan individu yang dilandasi oleh potensi bakat dan minatnya untuk mengembangkan perilaku yang terarah atas tanggung jawab dan pilihannya sendiri.

Aktualisasi diri yang berawal dari tergeraknya potensi dari dalam (from within) adalah permulaan manusia belajar mencapai realisasi diri secara optimal. Untuk itu, ia belajar bagaimana ia harus belajar sepanjang hayat.

IV. BAGAIMANA KITA BELAJAR?

Bagaimana kita belajar, dapat ditelaah secara mikro dan makro. Secara mikro belajar terkait dengan proses pembelajaran itu sendiri. Pengaruh negatif dapat datang dari luar dinding sekolah ditambah pula oleh orientasi pembelajaran yang ditandai oleh ciri alienatif karena keterasingan pebelajar dari proses belajar yang sesungguhnya. Hal ini terutama berkaitan dengan proses belajar yang bersifat satu arah, di mana guru mempertanggungjawabkan “body of material” secara sepihak. Si pelajar secara dominan bersifat pasifkarena guru mengalir­kan sejumlah ilmu kepadanya, ibarat suatu bejana yang airnya dituangkan dari luar ke dalam dirinya.

Padahal psikologi kontemporer tentang belajar (konstruktivisme) mengisyaratkan bahwa belajar adalah mengonstruksikan pengetahuan yang terjadi from within. Jadi, tidak memompakan pengetahuan itu ke dalam kepala pebelajar, melainkan pengetahuan diperoleh melalui suatu dialog yang ditandai oleh suasana belajar yang bercirikan pengalaman dua sisi (two-sided experience, Buber, 1970). Ini berarti bahwa penekanan tidak lagi seharusnya pada kuantitas materi, melainkan pada upaya agar siswa mampu menggunakan peralatan mentalnya (otaknya) secara efektif dan efisien sehingga tidak ditandai oleh segi kognitif belaka, melainkan terutama oleh keterlibatan emosi dan kemampuan kreatif.

sumber :

 

THE ALCHEMIST CODE 3.1.2.1.385 Apk + Mod for android

jaketkulitgarut

Kembali ke atas