jaketkulitgarut.co.id

Situs jaketkulitgarut.co.id yang membagikan informasi dunia teknologi informasi dan komunikasi , dan beberapa tips menarik.

Macam-macam Hukuman

Macam-macam Hukuman

Hukuman dalam hukum pidana islam dapat dibagi menjadi beberapa bagian, dengan meninjaunya dari beberapa segi. Dalam hal ini ada lima penggolongan.

  1. Ditinjau dari segi pertalian antara satu hukuman dengan hukuman yang lainnya, hukuman dapat dibagi kepada empat bagian yaitu:
  2. Hukuman Pokok (‘Uqubah Ashliyah)

Yaitu hukuman yang ditetapkan untuk jarimah yang bersangkutan sebagai hukuman yang asli, seperti hukuman qishash untuk jarimah pembunuhan, hukuman dera seratus kali untuk jarimah zina, atau hukuman potong tangan untuk jarimah pencurian.

  1. Hukuman pengganti (‘Uqubah Badaliyah)

Yaitu hukuman yang menggantikan hukuman pokok, apabila hukuman pokok tidak dapat dilaksanakan karena alasan yang sah, seperti hukuman Diat (denda) sebagai pengganti hukuman qishash atau hukuman Ta’zir sebagai pengganti hukuman Had atau hukuman qisash yang tidak bisa dilaksanakan.

  1. Hukuman Tambahan (‘Uqubah Taba’iyah)

Yaitu hukuman yang mengikuti hukuman pokok tanpa memerlukan keputusan secara tersendiri, seperti larangan menerima warisan bagi orang yang membunuh orang yang akan diwarisnya, sebagai tambahan untuk hukuman qishash atau diat, atau hukuman pencabutan hak untuk menjadi saksi bagi orang yang melakukan jarimah qadzaf (menuduh orang lain berbuat zina), disamping hukuman pokoknya yaitu jilid (dera) 80 kali.

  1. Hukuman Pelengkap (‘Uqubah Takmiliyah)

Yaitu hukuman yang mengikuti hukuman pokok dengan syarat harus ada keputusan tersendiri dari hakim dan syarat inilah yang membedakannya dengan hukuman tambahan. Contohnya seperti mengalungkan tangan pencuri yang telah dipotong dilehernya.

  1. Ditinjau dari segi kekuasaan hakim dalam menentukan berat ringannya hukuman, maka hukuman dapat dibagi menjadi dua bagian diantaranya adalah:
  2. Hukuman yang mempunyai satu batas

Yaitu tidak ada batas tertinggi atau batas terendah seperti hukuman jilid (dera) sebagai hukuman had (80 kali atau 100 kali) dalam hukuman jenis ini, hakim tidak berwenang untuk menambah atau mengurangi hukuman tersebut, karena hukuman itu hanya satu macam saja.

  1. Hukuman yang mempunyai dua batas

Yaitu  batas tertinggi dan batas terendah. Dalam hal ini hakim diberi kewenangan dan kebebasan untuk memilih hukuman yang sesuai antara kedua batas tersebut seperti hukuman penjara atau jilid pada jarimah-jarimah Ta’zir.

  1. Ditinjau dari segi keharusan untuk memutuskan dengan hukuamn tersebut, hukuman dapat dibagi kepada dua bagian, yaitu sebagai berikut:
  2. Hukuman yang sudah ditentukan (‘Uqubah Muqaddarah)

Yaitu hukuman-hukuman yang jenis dan kadarnya telah ditentukan oleh syara’ dan hakim berkewajiban untuk memutuskannya tanpa mengurangi, menambah atau menggantinya dengan hukuman yang lain. Hukuman ini disebut hukuman keharusan (‘Uqubah Lazimah). Dinamakan demikian karena ulil amri tidak berhak untuk menggugurkannya atau memaafkannya.

  1. Hukuman yang belum ditentukan (‘Uqubah Ghair Muqaddarah)

Yaitu hukuman yang diserahkan kepada hakim untuk memilih jenisnya dari sekumpulan hukuman-hukuman yang ditetapkan oleh syara’ dan menentukan jumlahnya untuk kemudian disesuai dengan pelaku dan perbuatannya. Hukuman ini disebut juga hukuman pilihan (‘Uqubah Mukhayyarah) karena hakim dibolehkan untuk memilih diantara hukuman tersebut.

  1. Ditinjau dari segi tempat dilakukannya hukuman dapat dibagi kepada tiga bagian yaitu:
  2. Hukuman badan (‘Uqubah Badaniyah) adalah hukuman yang dikenakan atas badan manusia, seperti hukuman mati, jilid (dera) dan penjara.
  3. Hukuman jiwa (‘Uqubah Nafsiyah) adalah hukuman yang dikenakan atas jiwa manusia, seperti ancaman, peringatan, atau teguran.
  4. Hukuman harta (‘Uqubah Maliyah) adalah hukuman yang dikenakan terhadap harta seseorang seperti diat, denda dan perampasan harta.

sumber

https://imii.co.id/microsoft-powerpoint-apk/

jaketkulitgarut

Kembali ke atas