Makin Banyak Perusahaan Pakai IoT

Makin Banyak Perusahaan Pakai IoT

Makin Banyak Perusahaan Pakai IoT

Makin Banyak Perusahaan Pakai IoT
Makin Banyak Perusahaan Pakai IoT

PARA pelaku usaha dalam tiga tahun terakhir mulai mencari tahu tentang internet of things (IoT) dan kegunaan teknologi tersebut untuk efisiensi bisnis mereka. Kini implementasi IoT dalam berbagai usaha mulai terlihat.

Karena itu, sejumlah pihak meyakini bahwa IoT dapat mendorong ekonomi di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, lebih cepat lagi. IoT merupakan internet yang menghubungkan sejumlah benda sehingga dapat menghasilkan data yang dibutuhkan secara langsung.

IoT terdiri dari tiga bagian utama yaitu sensor, konektivitas, dan data. Di dalamnya juga termasuk blockchain, kecerdasan artifisial, dan data analytic.

Berdasarkan survei yang dilakukan AIBP, jumlah perusahaan di Indonesia yang mengimplementasikan solusi IoT pada 2018 sebesar 27%. “Persentase responden tersebut meningkat jauh dibandingkan 2016 yang hanya 10%,” ujar Project Manager Asia IoT Business Platform, Felix Fernando, dalam konferensi Asia IoT Business Platform (AIBP) ke-32 di Jakarta, pekan lalu.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos

dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail, menyebutkan bahwa Proyek Palapa Ring yang telah selesai bulan ini membuat seluruh ibu kota kabupaten terkoneksi dengan pipa fiber optik. Berbagai operator dari Telkom dan beberapa perusahaan juga telah menjangkau ke penghujung desa.

“Hanya tinggal sedikit area yang belum tersentuh konektivitas. Jadi kalau kita bicara isu konektivitas untuk IoT tidak relevan lagi, justru yang kita tunggu yaitu kehadiran solusi pada ekosistem,” ungkap Ismail.

Pemanfaatan data

Ia berpendapat hal paling krusial saat ini untuk meningkatkan ekosistem IoT yaitu sumber daya manusia. Dengan keberadaan sumber daya manusia yang kompeten, solusi yang dilahirkan mereka juga sesuai dengan kebutuhan.

Hal krusial selanjutnya, kata Ismail, terkait cara memanfaatkan data yang tersedia

, di luar data pribadi. Data-data itu sejatinya tersebar di berbagai sektor industri.

Semua data itu sepatutnya didigitalkan supaya dapat diolah menjadi informasi

yang bernilai bagi kebutuhan segala kalangan. “Dengan demikian, data tersebut, misalnya, dapat membantu untuk mengembangkan usaha menengah, kecil, dan mikro,” tutur Ismail.

 

sumber :

https://teknosentrik.com/