Meraih Pahala Lewat Memasak

Meraih Pahala Lewat Memasak

Meraih Pahala Lewat Memasak

Meraih Pahala Lewat Memasak
Meraih Pahala Lewat Memasak

Makna Memasak

Memasak atau membuat makanan merupakan aktifitas yang banyak dilakoni oleh para wanita sejak dahulu. Meski sekarang tidak sedikit laki-laki yang handal memasak, namun dalam kehidupan rumah-tangga, memasak tetap harus diperani oleh seorang wanita atau istri.

Sekilas, mungkin kita akan melihat aktifitas ini sangat remeh. Tetapi pada prakteknya tidak semudah itu. Seorang istri yang mengaku bisa masak pun terkadang suka dihampiri rasa tak percaya diri ketika masakannya harus dicicipi oleh mertuanya. Begitu pentingnya perihal memasak ini hingga tak jarang kita jumpai banyak mertua yang terkagum-kagum kepada menantunya hanya karena dia pintar memasak.

Ladang Pahala

Seorang istri yang pintar memasak akan membuat suaminya betah di rumah dan enggan membeli makanan di luar. Masakan yang enak bisa menjadi salah satu perekat cinta seorang suami kepada sang istri. Bahkan memasak dan menyiapkan makanan untuk menyenangkan suami bisa menjadi ladang pahala, jika hal itu diniatkan untuk ibadah kepada Allah.

Disebutkan dalam beberapa riwayat, bahwa apabila seorang istri menyiapkan makanan atau sarapan suaminya di pagi hari, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berhaji dan umrah. Dalam riwayat yang lain Nabi juga menyatakan bahwa apabila seorang istri membuatkan makanan untuk suaminya dan si suami memakannya, maka si istri akan dijauhkan dari siksa api neraka. Masih banyak lagi keutamaan pahala bagi seorang istri jika dia melayani dan membuatkan makanan bagi suaminya. Oleh karena itu, salah satu ciri istri shalihah adalah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memenuhi semua yang disukai oleh suaminya selama tidak dalam bermaksiat kepada Allah Swt.

Menyiapkan Makanan Suami

Memasak dan meyiapkan makanan untuk suami adalah ladang pahala bagi seorang istri. Oleh karena itu, sudah menjadi keharusan bagi seorang istri untuk menyiapkan makanan bagi suami dan keluarganya sebaik mungkin. Tentu saja pekerjaan memasak tidak hanya sekedar kegiatan meramu bumbu dan bahan makanan hingga tercipta masakan lezat yang siap santap. Namun memasak juga bisa menjadi media seorang istri untuk memikirkan dan mensyukuri semua nikmat yang telah diberikan Allah kepadanya.

Jika kita cermati, semua makanan yang kita makan adalah rezeki yang telah ditentukan Allah untuk kita. Karunia ini terlimpah dengan begitu mudah kepada kita setelah melalui proses campur tangan banyak orang.

Coba perhatikan sayur-sayuran yang kita santap. Kita akan mendapati bahwa di sana ada orang-orang yang menanamnya, ada yang mengumpulkan panennya, ada penjualnya, serta masih banyak lagi manusia yang berperan di dalamnya. Mereka dijadikan Allah untuk melayani kita dan anggota keluarga kita.

Landasan

Padahal pada hakikatnya, Allah-lah yang menanam dan menghidupkan sayuran tersebut, seperti dalam firman-Nya yang berarti:
“Pernahkah kamu perhatikan benih yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkan?”  (Qs. Al Waqi’ah: 63-64)

Begitu juga dengan nikmat lain yang banyak kita jumpai di meja makan kita. Allah berfirman mengenai hal ini:
“Dan dari langit Kami turunkan air yang memberi berkah, lalu Kami tumbuhkan dengan (air) itu pepohonan yang rindang dan biji-bijian yang dapat dipanen. Dan pohon kurma yang tinggi- tinggi yang mempunyai mayang yang tersusun-susun, (sebagai) rezeki bagi hamba-hamba Kami “(Qs. Qaf: 9-11)

Sebagai seorang istri, hendaknya berusaha memasak berdasarkan apa yang menjadi kesukaan suami dan keluarganya. Semua ini harus dilakukan dengan harapan dapat membuat suami dan keluarga bahagia, demi wujud ketaatan dan kecintaan kepada Allah. Cobalah tanyakan kepada suami dan anak-anak kita, makanan apa saja yang mereka sukai. Mungkin saja dengan cara ini kita bisa menyenangkan mereka.

Kadang kita dapati seorang suami yang lebih pintar memasak dari pada istrinya. Jika ini yang kita hadapi, istri tak boleh merasa malu untuk belajar dari suami. Kita juga bisa menggunakan momen memasak bersama sebagai kesempatan untuk bercengkrama sehingga akan tercipta suasana kemesraan yang akan menambah rasa cinta di hati masing-masing.

Pekerjaan memasak memang sedikit merepotkan bagi seorang istri. Mempersiapkan perapian, peralatan dan bahan tentu cukup rumit. Ditambah lagi dengan keharusan membersihkan atau membereskan semua peralatan setelah selesai. Namun semua kelelahan ini akan segera berganti dengan kebanggaan dan kebahagiaan ketika suami dan anak-anak kita menyantap masakan kita dengan lahap.

Bagi sebagian istri yang lain, memasak mungkin menjadi masalah rumit. Ada beberapa faktor yang membuat seorang istri enggan untuk memasak. Salah satunya adalah rasa malas untuk belajar, di samping faktor kesibukan di luar rumah serta banyaknya warung makan yang menawarkan jasa catering untuk mereka yang tidak sempat memasak. Jika kondisi seperti ini berlangsung terus-menerus, bukankah ini suatu pemborosan? Bagaimana jika suami atau anak-anak ingin mencoba hasil masakan kita? Apa kita masih akan terus memilih makanan dari luar? Tentu kita tidak ingin seperti itu. Untuk itu, bagi istri yang belum pintar memasak, jauhkan rasa malas dan teruslah berlatih. Setelah terbiasa, suatu kali akan terbukti bahwa memasak itu bukan hal yang sulit, terlebih jika diniatkan untuk ibadah. Terlebih pada bulan yang penuh rahmat, barokah dan ampunan ini, betapa pahala yang tak terbayangkan apabila seorang isteri menyiapkan santapan berbuka dan sahur untuk keluarga dengan penuh kesabaran dan mengharap keridhoan dari Allah Swt.

Semoga tulisan tentang Meraih Pahala Dengan Memasak ini dapat bermanfaat untuk kita semua, terutama bagi para istri. Kita memohon pertolongan kepada Allah agar selalu memberi kita kemudahan dalam menunaikan tugas-tugas kita sebagai seorang istri. Aamiin.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/niat-sholat-fardhu/