jaketkulitgarut.co.id

Situs jaketkulitgarut.co.id yang membagikan informasi dunia teknologi informasi dan komunikasi , dan beberapa tips menarik.

  Metode Interpretasi

  Metode Interpretasi

  Metode Interpretasi

Terjemah al-Qur`an Departemen Agama jika dipandang dari aspek sumber penafsirannya maka akan masuk dalam ranah interpretasi bi al-ra’yi al-muḥmūd[9]. Hal itu dapat diketahui dari asal menafsirkan sebuah ayat-ayat al-Qur`an yang lebih cenderung ringkas dan hanya menitikberatkan pada substansi makna secara singkat yang terkandung dalam sebuah ayat al-Qur`an.[10]

Adapun cara penjelasan yang terdapat dalam Terjemah al-Qur`an Departemen Agama kecenderungannya mengikuti metode bayānī, yaitu sebuah macam penafsiran yang memfokuskan cara penjelasan ayat secara mandiri tanpa mempertimbangkan atau mengkomparasikan pendapat-pendapat lain yang dapat terjerumus dalam perdebatan di setiap suatu masalah, sehingga penjelasannya akan semakin meluas tanpa adanya sebuah limitasi yang pasti. Apabila ditinjau dari aspek keluasan penjelasannya, maka Terjemah al-Qur`an Departemen Agama termasuk dalam jenis ijmālī[11]. menafsirkan ayat-ayat al-Qur`an dengan cara yang sangat global dan singkat.

Mengenai sasaran dan tertib ayat yang ditafsirkan Terjemah al-Qur`an Departemen Agama ini mengikuti metode taḥlīlī, yaitu sebuah sistematika penafsiran yang mengupas ayat demi ayat secara analisis berdasarkan awal surat dalam al-Qur`an hingga akhir surat.

Secara garis besarnya Terjemah al-Qur`an Departemen Agama merupakan kitab tafsir al-Qur`an yang masuk dalam kategori kitab tafsir tarjamah tafsīriyyah[12], yaitu menjelaskan makna teks al-Qur`an dengan menggunakan bahasa lain, tanpa memandang urutan teks juga tanpa memandang semua makna yang dikehendaki. Demikian itu, pemahaman diambil dari substansi teks, kemudian disusun dengan bahasa penerjemah yang dapat mendatangkan penjelasan sesuai dengan tujuan yang dianalogikan dari dalam teks al-Qur`an.

  1. Konsentrasi terhadap Penafsiran Ayat-ayat Spesifik

Bab ini akan mencoba untuk menelisik sejauh mana penafsiran yang terdapat dalam Terjemah al-Qur`an Departemen Agama terkait ayat-ayat tertentu seperti huruf muqaṭṭa’ah, ayat-ayat antropomorfisme, ayat tentang ulī al-amr, ayat poligami, dan ayat min nafs wāḥidah. Berikut adalah penjelasan mengenai poin-poin ayat tersebut:

  1. Huruf Muqaṭṭa’ah

Huruf muqaṭṭa’ah secara keseluruhan dalam Terjemah al-Qur`an Departemen Agama tidak ditafsirkan secara imajinatif, hanya saja ditranslitrasi dalam bahasa Indonesia dengan ejaan alif laam miim. Kemudian diberi catatan bahwa huruf-huruf abjad (muqaṭṭa’ah) yang terletak pada sebagian dari surat-surat al-Qur`an ada di antara sebagian ahli tafsir yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah Subḥānahu wa Ta’ālā, karena dianggap sebagai ayat-ayat mutashābihāt. Sedangkan golongan lain yang mencoba untuk menafsirkannya adalah bahwa mereka memandang sebagai nama surat. Ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf muqaṭṭa’ah itu berfungsi untuk menarik respons para pendengar agar memperhatikan al-Qur`an, dan juga untuk mengisyaratkan bahwa al-Qur`an diturunkan dalam bahasa Arab yang tersusun dari huruf-huruf muqaṭṭa’ah

sumber :

Death Shooter 4 : Mission Impossible 1.0.0 Apk for android

jaketkulitgarut

Kembali ke atas