jaketkulitgarut.co.id

Situs jaketkulitgarut.co.id yang membagikan informasi dunia teknologi informasi dan komunikasi , dan beberapa tips menarik.

Metode Penelitian

Metode Penelitian

Jenis dan Sifat Penelitian
Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research). Sifat penelitihan ini adalah kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang penyajian datanya berupa angka-angka dan menggunakan analisa statistik biasanya bertujuan untuk menunjukkan hubungan antara variabel, menguji teori dan mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediksi (Sugiyono, 2006a:8).
Variabel Penelitian
Variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi obyek pengamatan penelitian. Sering pula dinyatakan variabel penelitian sebagai faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti (Suryabrata, 1995:72). Dalam penelitian ini ada tiga variabel yaitu dua variabel bebas atau independent variabel (X1,X2) , yaitu variabel yang mempengaruhi variabel lain disebut juga variabel prediktor, dan variabel terikat atau dependent variabel (Y) yaitu variabel yang dipengaruhi. Sesuai dengan masalah, penelitian ini melibatkan tiga variabel, yaitu prestasi belajar PAI siswa, sebagai kriteria atau variabel terikat (Y), kemudian kreativitas guru PAI sebagai prediktor pertama atau variabel bebas pertama (X1) dan kemampuan mengelola kelas, sebagai prediktor kedua atau variabel bebas kedua (X2).
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah :
Kreativitas guru PAI (Munandar, 1992:50), dengan indikator-indikator sebagai berikut :
Ketrampilan mengajar
Motivasi tinggi
Demokratis
Percaya diri
Berpikir divergen
Kemampuan mengelola kelas (Rohani, 2004:127), dengan indikator-indikator sebagai berikut :
Pengaturan tempat duduk siswa
Pengaturan alokasi waktu belajar
Perhatian guru pada siswa
Pemberian tanggung jawab kepada siswa
Memberi arahan kepada siswa
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah prestasi belajar Pendidikan Agama Islam (Muhaimin, 2002:72), dengan indikator :
Nilai hasil belajar, pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik baik hasil tes formatif, sub sumatif maupun sumatif  yang dapat dilihat dari hasil raport.

Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2005:55). Populasi merupakan jumlah yang ada pada obyek atau subyek yang dipelajari yang meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh obyek atau subyek itu.
Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 240 siswa. Adapun alasan penulis memilih kelas VIII adalah karena usia siswa tersebut menurut Peaget_ (dalam Hurlock, 2004:206) bahwa mereka berada pada masa adolescence. Awal masa remaja bermula dari usia 13 tahun sampai 16 atau 17 tahun, dan akhir masa remaja bermula dari usia 16 atau 17 tahun sampai 18 tahun. Dalam usia ini terjadi proses kematangan mental, emosional, sosial dan fisik.
Sumadi Suryabrata yang mengutip pendapatnya Montessori, memasuki periode III (13 – 18 tahun), adalah periode penemuan diri dan kepekaan rasa sosial. Dalam kondisi seperti ini psikologis anak relatif kecil untuk berbohong, karena anak mulai mengembangkan kepribadiannya serta sadar akan hak dan kewajibannya yang harus dipatuhi (Suryabrata, 2002 :189).
Sampel merupakan sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2005:58). Dalam ketentuan pengambilan sampel menurut Suharsimi Arikunto yaitu jika subyeknya kurang dari 100 sebaiknya diambil semua sehingga penelitiannya disebut penelitian populasi, namun jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10%-15% atau 20%-25% atau lebih (Arikunto, 2002:71). Sampel yang akan diambil dalam penelitian ini adalah 15% dari seluruh populasi yang berjumlah 240 siswa, sehingga diperoleh sampel sebanyak 36 responden.
Tehnik pengambilan sampel ini harus dilakukan sedemikian rupa sehingga diperoleh sampel yang sesuai dengan sumber data sebenarnya atau dapat menggambarkan keadaan populasi yang sebenarnya, dengan istilah lain, sampel harus representatif (Margono, 2004:125). Dalam penelitian ini tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah tehnik Proportional Sistematic Random Sampling  dan berkelompok (Arikunto, 1991:128). Tehnik pengambilan sampel ini proporsional dengan mempertimbangkan jumlah murid di setiap kelas, yaitu penulis mengambil murid dalam jumlah yang sama dari tiap-tiap kelas dan dipilih seara acak. Teknik pengambilan sampel berkelompok karena keseluruhan populasi dikelompokkan ke dalam kelas-kelas yaitu kelas VIII A, kelas VIII B , kelas VIII C, Kelas VIII D, kelas VIII E dan kelas VIII F. Untuk memperoleh 36 responden dari 240 siswa, penulis mengambil 6 siswa dari tiap-tiap kelas yang masing-masing berjumlah 40 siswa, dan mereka dipilih secara acak.
sumber :

jaketkulitgarut

Kembali ke atas