jaketkulitgarut.co.id

Situs jaketkulitgarut.co.id yang membagikan informasi dunia teknologi informasi dan komunikasi , dan beberapa tips menarik.

Metodologi Syarah Hadits Klasik-Kontemporer

Metodologi Syarah Hadits Klasik-Kontemporer

Metodologi Syarah Hadits Klasik-Kontemporer
Metodologi Syarah Hadits Klasik-Kontemporer

 

Lahirnya syarah kontemporer

juga bisa dikarenakan adanya kemunduran dalam keinginan memahami suatu hadis sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan beberapa metode dan pendekatan syarah yang dipunyainya, pensyarahan hadis terus berkembang sampai kemudian bermunculannya beberapa metode. Misalkan metode hermeneutik, yang diasumsikan juga turut mewarnai beragramnya metode pensyarahan, dipandang cukup memberikan solusi pembacaan yang cukup sesuai dengan problem masyarakat.

Kehadiran metode hermeneutik merupakan angin segar dalam penyarahan hadis. masalah yang berkembang sekarang terlalu banyak dan membuat untuk menyegerakan penjabaran dan pembahasan dengan landasan yang ada. Metode Hermeneutik dan dalam bingkai tematik agaknya mendesak dilakukan saat itu, seperti merespon kepemimpinan perempuan dalam ranah publik (presiden, dan sebagainya) yang terjadi pada tahun 1999. Kehadiran hermeneutik juga tidak terlepas dari pertumbuhan dan kemajuan pemikiran tentang bahasa dalam wacana filsafat dan keilmuan lain.
Dalam studi keislaman, hermeneutik sudah lama dikenal dan masuk dalam kajian tafsir dan lainnya. Padanan kata yang dapat dianggap sebagai hermeneutik adalah tafsir,ta’wil, syarh dan bayan. Tradisi tersebut telah menjadi bagian dari perkembangan keilmuan keislaman baik dalam bidang tafsir, fiqih, kalam maupun tasawuf.

Metode Yang Digunakan

Dalam metode pemahaman (syarh) hadis, para ulama menggunakan 3 metode, yaitu

metode tahlili (analitis), metode ijmali (global), dan metode muqarin(perbandingan). Dengan melihat karakter persamaan yang terdapatkeempat metode itu mempunyai kelebihan maupun kelemahan masing-masing. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan, maka tak diragukan lagi akan muncul metode maupun pendekatan baru untuk memahami hadis, karena hadis merupakan salah satu sumber pokok hukum Islam kedua setelah Al-Qur’an tak kan lepas dari kajian maupun penelitian. Wallahu’alam bi-as-sawab.

Dengan demikian, kegiatan ulama dalam memberikan penjelasan, pensyarahan dan penafsiran atas hadis-hadis nabi tidak terhenti hanya dalam penghimpunan dalam kitab-kitab tertentu saja, melainkan juga diterjemahkan dalam berbagai bahasa sesuai dengan tempat dan waktu ulama yang menyalinnya. Tentu upaya pensyarahan tersebut, juga dilandasi dengan pertanggung jawaban metode dan pendekatan yang dimilikinya. Karena itu pensyarahan terhadap kitab-kitab hadis, dengan demikian, mempunyai berbagai metode dan pendekatan yang cukup bervariasi. Tentu hal itu, bisa dianggap wajar ketika setting masyarakat Islam di sekitar zamannya juga cukup bervariasi.

Simpulan

Karena itulah, selain pensyarahan kitab-kitab hadis sangatlah tidak bebas nilai, tujuan dan maksud, setidaknya ada lima macam pensyarahan hadis yang dilakukan ulama dari era klasik hingga kontemporer yang berupaya untuk: menjelaskan makna hadis ditinjau dari berbagai sudut, kecenderungan membahas secara luas dan memberi penjelasan berbagai kata yang sulit dipahami sebagaimana yang ada dalam kitab-kitab garib al-hadis & yang lainnya.
Diakui atau tidak khazanah keilmuan hadis dan bahkan yang lainnya dalam Islam berkembang dengan pesatnya. Hadis bahkan masalah-masalah yang terkait dengan keilmuan keislaman sangat subur seiring dengan perkembangan kebutuhan umat manusia dan pensyarahan hadis dengan metode hermeneutik bisa menjadi solusi.

Baca Juga: 

jaketkulitgarut

Kembali ke atas