jaketkulitgarut.co.id

Situs jaketkulitgarut.co.id yang membagikan informasi dunia teknologi informasi dan komunikasi , dan beberapa tips menarik.

 Model-model pengambilan Keputusan Perspektif MMT

 Model-model pengambilan Keputusan Perspektif MMT

Dalam Proses pengambilan keputusan ada beberapa pendapat tergantung modelnya.

  1. Keputusan Auto Generated dan keputusan Induced
  1. Keputusan Auto Generated

Pengambilan keputusan ini diambil secara cepat dan kurang memperhatikan data, informasi, fakta dan lapangan keputusannya. Keputusan model ini kurang baik karena resikonya cukup besar. Keputusan ini diambil dalam keadaan darurat. Namun bila pengambil keputusan dapat melakukannya dan berhasil baik maka pemimpin tersebut akan cepat maju.

  1. Keputusan Induced

Pengambilan keputusan ini berdasarkan scientific management atau manajemen ilmiah, sehingga model keputusan ini logis, ideal, rasional untuk dilaksanakan dan resikonya cukup kecil, namun proses pengambilannya lambat.[8]

  1. Individual decision, keputusannya ditetapkan oleh hanya seorang manajer. Sedangkan bawahannya hanya dapat berpartisipasi memberikan saran-saran, pendapat-pendapat  serta informasi saja, namun tidak berhak untuk memutuskannya. Ada beberapa kebaikan serta keburukan  dalam individual decision.

Kebaikannya:

  1. a)Keputusannya dapat diambil secara cepat
  2. b)Penanggung jawab keputusan itu jelas
  3. c)Biaya pengambilan keputusan relatif kecil
  4. d)Kecakapan seorang manajer dapat dimanfaatkan

Keburukannya:

  1. a)Keputusan kurang baik karena kemampuan decision maker terbatas
  2. b)Prestise manajer akan berkurang jika keputusannya ternyata salah
  3. c)Realisasi keputusan mengalami kesulitan sebab bawahan kurang  merespon
  4. d)Pembinaan bawahan kurang diperlukan
  1. Group Decision, keputusan ini ditetapkan oleh para anggota, baik hasil musyawarah mufakat maupun voting.

Kebaikannya :

  1. a)Keputusan relatif lebih baik, logis, ideal karena merupakan pemikiran orang banyak
  2. b)Kecenderungan untuk bertindak otoriter dapat dihindarkan
  3. c)Kerja sama akan lebih bisa ditingkatkan
  4. d)Resiko dan dampak negatif dari keputusan sendiri kecil

Keburukannya :

  1. b)Pengambilan keputusan relatif lama
  2. c)Biaya lebih banyak
  3. d)Penanggung jawab hasil keputusan kurang jelas
  4. e)Minoritas kadang terpaksa menyetujui[9]
  1. Kalau dilihat dari situasi saat pengambilan keputusan dilakukan, Kadarusman,et.al (1996) membedakan keputusan kedalam dua jenis yaitu :
  1. a)Programed decision ( keputusan terpogram)

Keputusan terpogram adalah keputusan yang dibuat dan disesuaikan dengan suatu kebiasaan, peraturan dan prosedur yang berlaku di suatu organisasi atau keputusan yang terstruktur dan muncul berulang-ulang.[10] Keputusan yang selalu diulang kembali.[11]

  1. b)Non Programed Decision ( keputusan yang tidak terpogram)

Keputusan yang tidak terpogram adalah keputusan yang dibuat berkaitan dengan masalah-masalah yang unik dan luar biasa.[12] Dalam pengambilan keputusan tidak terpogram tidak ada prosedur yang pasti untuk menangani persoalan, karena persosalan tidak muncul persis sama dengan sebelumnya atau karena persoalan itu rumit dan sangat penting.

  1. Pengambilan Keputusan Klasik

Model pengambilan keputusan klasik berasumsi bahwa keputusan merupakan proses rasional dimana keputusan diambil dari salah satu alternatif terbaik.[13]

  1. Pengambilan Keputusan Prilaku

Model ini didasarkan pada seberapa jauh keputusan itu dapat memberikan kepuasan. Model ini juga mempertimbangkan pengambilan keputusan atas dasar rasionalitas konstektual dan rasionalitas respektif. Rasionalitas konstektual artinya keputusan tidak hanya didasarkan oleh ketentuan tersurat (tekstual), tetapi juga yang tersirat (konstektual).

sumber :

https://mcitp70-643.com/princess-kingdom-apk/

jaketkulitgarut

Kembali ke atas