jaketkulitgarut.co.id

Situs jaketkulitgarut.co.id yang membagikan informasi dunia teknologi informasi dan komunikasi , dan beberapa tips menarik.

Model Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda

Model Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda

Model Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda
Model Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda
ORGANIZATION FOR ECONOMIC CO-OPERATION AND DEVELOPMENT (OECD) MODEL
OECD Model dimaksudkan sebagai panduan bagi suatu negara yang akan mengadakan perjanjian penghindaran pajak berganda. OECD Model diterbitkan pertama kali pada tahun 1928. Oleh karena OECD Model 1928 tersebut sifatnya kurang komprehensif, maka dalam tahun 1929, Liga Bangsa-Bangsa (League of Nations), mendirikan komite fiskal yang dinamakan Fiscal Committee untuk mengembangkan model perjanjian penghindaran pajak berganda secara komprehensif. Dalam kongresnya di Meksiko pada tahun 1940 dan 1943, Fiscal Committee menghasilkan draft perjanjian penghindaran pajak berganda yang dinamakan dengan “Mexico Draft“. Substansi dari draft Meksiko adalah memberikan pemajakan sebanyak mungkin kepada negara sumber penghasilan atas penghasilan yang diperoleh dari transaksi lintas batas negara. Tentunya draft Meksiko tersebut sangat menguntungkan negara-negara berkembang. Akan tetapi, pada tahun 1946, draft Meksiko tersebut diubah yang hasil perubahannya dinamakan sebagai “London Draft“. Dalam draft London, hak pemajakan terhadap penghasilan dari transaksi lintas batas negara sebanyak mungkin diberikan kepada negara domisili.

Dalam kurun waktu 1946 – 1955, prinsip-prinsip yang dikembangkan oleh draft  Meksiko dandraft London dijadikan dijadikan sebagai acuan oleh berbagai negara dalam melakukan perjanjian penghindaran pajak berganda. Kurang lebih terdapat 70 (tujuh puluh) perjanjian penghindaran pajak berganda ditandatangani oleh berbagai negara dalam kurun waktu tersebut. Akan tetapi, masih terdapat beberapa permasalahan dalam draft Meksiko dan draft London yang masih menjadi ganjalan dalam melakukan perjanjian penghindaran pajak berganda. Untuk itu, pada tahun 1956, Organization for European Economic Cooperation (OEEC) mendirikan komite fiskal yang diberi nama Fiscal Committee yang bertugas untuk membuat draft perjanjian penghindaran pajak berganda yang dapat diterima oleh  semua anggota OEEC. Selama tahun 1958 sampai tahun 1961, komite fiskal tersebut membuat laporan interim dalam rangka penyusunan model perjanjian penghindaran pajak berganda yang baru.
Dalam tahun 1960, OEEC berubah menjadi OECD. Di tahun 1963, OECD menerbitkan untuk pertama kalinya model penghindaran pajak berganda (OECD Model tahun 1963). Model perjanjian penghindaran pajak berganda yang diterbitkan di tahun 1963 ini, sama seperti draft London, memberikan prioritas hak pemajakan sebanyak mungkin kepada negara domisili. Hal ini mencerminkan kepentingan anggota OECD yang merupakan negara-negara maju yang menjadi tempat domisili aliran modal.
Pada awal tahun 1970-an, perekonomian dunia mengalami pertumbuhan sehingga dirasakan OECD Model 1963 tidak dapat mengantisipasi permasalahan pemajakan yang semakin kompleks akiba semakin berkembangnya perekonomian dunia. Oleh karena itu, pada tahun 1977, Committee on Fiscal Affairs dari OECD menerbitkan revisi atas OECD Model tahun 1963.
Setelah itu, secara periodik, OECD Model selalu diperbarui untuk menyesuaikan dengan perkembangan perekonomian yaitu di tahun 1994, 1995, 1997, 2000, 2003, 2005 dan 2008. Pada saat ini (2009), anggota dari OECD sebanyak 30 (tiga puluh) negara sebagai berikut: Australia, Austria, Belgia, Kanada, Republik Ceko, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, Irlandia, Italia, Jepang, Korea, Luxemburg, Meksiko, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Spanyol, Swedia, Swiss, Turki, Inggris dan Amerika Serikat.

jaketkulitgarut

Kembali ke atas