Mutu Pendidikan Tidak Merata, Kuota SNMPTN Dikurangi

Mutu Pendidikan Tidak Merata, Kuota SNMPTN Dikurangi

Mutu Pendidikan Tidak Merata, Kuota SNMPTN Dikurangi

Mutu Pendidikan Tidak Merata, Kuota SNMPTN Dikurangi
Mutu Pendidikan Tidak Merata, Kuota SNMPTN Dikurangi

Sekretaris Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Rina Indiastuti menyatakan bahwa kuota Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2019 dikurangi penerimaannya berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan.

Menurut Rina, sistem seleksi berdasarkan rapor atau jalur undangan dinilai menghasilkan lulusan terbaik. “Namun ternyata, baru ketahuan kalau mutu lulusan sekolah menengah atas (SMA)/sederajat se-Indonesia tidak sama. Nilai rapor yang sama-sama 90 dari sekolah, ketika masuk perguruan tinggi akan berbeda,” ungkapnya, seperti dilansir dari Tempo.co, Jumat (24/05/2019).

Berdasarkan Undang-undang Pendidikan Tinggi Nomor 12 Tahun 2012,

lanjutnya, penyeleksian diatur tidak hanya melalui rapor atau undangan. Selain itu, terdapat seleksi bersama, kemudian jalur mandiri. Selanjutnya, ada seleksi lain yang dilakukan pihak perguruan tinggi negeri (PTN) dan menjadi kewenangan rektor itu sendiri.

Rina memaparkan, dalam Permenristekdikti disebutkan bahwa kuota jalur SNMPTN minimal 20%. Sedangkan seleksi bersama dipatok minimal 40% dan jalur seleksi mandiri minimal 30% dari daya tampung program studi. Salah satunya, Universitas Padjajaran yang mengurangi kuota SNMPTN dengan mematok sekitar 25%, berkurang dari tahun lalu sebesar 38%.

“Pembukaan jalur mandiri di perguruan tinggi negeri sekarang ini

membuka peluang bagi warga lokal untuk kuliah di kampus negeri. Langkah ini dilakukan agar ada kesempatan yang sama bagi warga lokal untuk masuk PTN,” ujarnya.

Seperti yang terjadi di wilayah timur Indonesia, tambahnya, kemungkinan tidak akan masuk jika seleksinya memakai standar nasional. “Masalahnya pada mutu pendidikan yang tidak merata, bukan karena masalah sekolah. Perbedaan mutu pendidikan di Indonesia merupakan fakta yang datanya tercatat di Badan Pusat Statistik,” tuturnya.***

 

Baca Juga :