Padahal di Perbatasan Kota, Angka Putus Sekolah Cukup Tinggi

Padahal di Perbatasan Kota, Angka Putus Sekolah Cukup Tinggi

Padahal di Perbatasan Kota, Angka Putus Sekolah Cukup Tinggi

Padahal di Perbatasan Kota, Angka Putus Sekolah Cukup Tinggi
Padahal di Perbatasan Kota, Angka Putus Sekolah Cukup Tinggi

Agka putus sekolah di wilayah Lembang, Bandung, memprihatinkan. Pemerintah Desa (pemdes)

Gudang Kahuripan Kecamatan Lembang memaksimalkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Kepala Sekolah PKBM Yayasan Cahaya Kahuripan Bangsa Lembang, Lince Sari Dianawati mengatakan, pihak yayasan berkomunikasi dengan Pemerintahan Desa terkait cukup tingginya angka putus sekolah.

“Kita berkomunikasi dengan Bapak Kepala Desa, bahwa di Desa Gudangkahuripan

yang memang angka putus sekolahnya cukup tinggi,” ungkapnya.

Lince mengeluhkan, Desa Gudangkahuripan yang letaknya di perbatasan kota tetapi dalam bidang pendidikan masih kurang baik.

“Miris juga ternyata tingkat pendidikannya tidak bagus, sedangkan Desa Gudangkahuripan itu sebetulnya kan perbatasan antara kota,” keluhnya.

Menindak lanjuti hasil komunikasi dengan Pemdes Gudangkahuripan

, lanjutnya, berbuah dibukanya PKBM karena Kepala Desa Gudangkahuripan pun meminta diadakan PKBM di desanya.

Dari 16 desa yang ada di Kecamatan Lembang, ia menyebutkan, tingkat putus sekolahnya cukup tinggi dan hampir sama rata.

“Setau saya sih rata-rata di 16 desa di Kota Lembang itu tingkat putus sekolahnya rata hampir mirip, cukup tinggi,” ucapnya.

Sehubungan dengan tingginya angka putus sekolah, ia menjelaskan, Kota Lembang kebanyakan putus sekolah di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan paling banyak di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

Dikatakan Lince, dibukanya PKBM sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang putus sekolah. Terkait pelaksanaan PKBM, ia menyampaikan, Kejar Paket B (Setara Sekolah Menengah Pertama) dan Paket C (Setara Sekolah Menengah Atas) dilaksanakan dua kali dalam seminggu yang bertempat di Aula Kantor Desa Gudangkahuripan.

“Satu minggu dua kali pada hari Sabtu dan Minggu yang bertempat di aula kantor desa Gudangkahuripan jadi Paket B di aula bawah yang C menggunakan aula atas,” paparnya.

PKBM periode 2017-2018, kata Lince, diperuntukan bagi angkatan kedua. Untuk angkatan pertama PKBM Desa Gudangkahuripansekitar 30 sampai 40 orang siswa lulus Kejar Paket B dan Paket C.

“Disini jumlahnya, cukup banyak yang lulus paket B dan C sekitar 30 sampai 40 oranglah,” pungkasnya dilansir Pasundan Ekspres (Jawa Pos Group.

 

Baca Juga :