jaketkulitgarut.co.id

Situs jaketkulitgarut.co.id yang membagikan informasi dunia teknologi informasi dan komunikasi , dan beberapa tips menarik.

Pengertian Assesmen

Pengertian Assesmen

Asismen adalah suatu proses pengamatan, pencatatan, dan pendokumentasian kinerja dan karya siswa serta bagaimana proses ia menghasilkan karya. Asesmen adalah proses pengumpulan informasi tentang seorang yang akan digunakan dengan anak tersebut.

Tujuan utama dari suatu asesmen adalah untuk memperoleh informasi yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dan merencanakan program pembelajaran. Menurut Hargrove dan Poteet, asesmen merupakan salah satu dari tiga aktivitas evaluasi belajar, ketiga aktivitas tersebut adalah asesmen, diagnotik, dan preskriptif. Menurut Salvia dan Ysseldyke seperti dikutip oleh lerner, dalam kaitannya dengan upaya penanggulangan kesulitan belajar, asesmen dilakukan untuk lima keperluan, yaitu:

1)      Penyaringan (screnning)

2)      Pengalihtanganan (referral)

3)      Klasifikasi (classification)

4)      Perencanaan pembelajaran ( instruction planning)

5)      Pemantauan kemajuan belajar ( monittoring pupil progress).

Asesmen tidak digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu program, tetapi untuk mengetahui perkembangan atau kemajuan belajar anak.  Harun rasyid dalam bukunya asesmen perkembangan anak usia dini menjelaskan bahwa asesmen bagi anak usia dini dan taman kanak-kanak bukan bertujuan untuk mengukur prestasi dan mencapai keberhasilan skolastik, melainkan untuk melihat tingkat kemajuan perkembangan serta kemampuan yang telah dilakukan anak dalam berbagai tindakan, sikap, kinerja, dan tampilan mereka. Prinsip asesmen bagi anak usia dini dan taman kanak-kanak adalah proses memahami tingkat perkembangan dan pertumbuhan kemampuan anak secra terus menerus dengan cara mengumpulkan data melalui amatan, pencatatan, rekaman, terhadap perilaku yang ditampilkan. Asesmen tidak dilakukan dikelas pada akhir program atau diakhir tahun TK, tetapi dilakukan secara bertahap dan berksesinambungan sehingga kemajuan belajar siswa dapat diketahui. Seperti: ketika anak bermain, menggambar atau dari karya yang dihasilkan. Asesment tidak mengkondisikan anak pada bentuk ujian.

Dengan mengetahui bakat, minat, kelebihan dan kelemahan siswa, maka guru bersama-sama dengan orang tua siswa dapat memberi bantuan belajar yang tepat untuk anak sehingga dapat diperoleh hasil yang optimal. Assesment kompetensi perlu dilakukan melalui berbagai penilaian agar rumus yang dihasilkan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Menurut Eko Yunianto, beberapa penilaian yang digunakan dalam menyusun kompetensi anak usia dini yaitu:

  1. Beriorentasi pada kebutuhan anak untuk mendapatkan layanan pendidikan, dan gizi yang dilaksanakan secara integratif dan holistik.
  2. Belajar melalui bermain dengan menggunakann strategi, metode, materi atau bahan, dan media yang menarik agar mudah diikuti oleh anak.
  3. Kreatif dan inovatif, dapat dilakukan dengan kegiatan yang menarik, memmbangkitkan rasa ingin tahu, memotivasi , anak untuk berfikir kritis, dan menemukan hal-hal baru.
  4. Lingkungan yang kondusif, lingkungan harus diciptakan sedemikian menarik dan menyenangka, dengan memperhatikan kenyamanan anak dalam bermain.
  5. Menggunakan pembelajaran terpadu, menggunakan tema yang menarik anak ( cenet of interest), dimaksudkan agar anak mampu dan jelas sehingga pembelajaran menjadi bermakna.
  6. Mengembangkan ketrampilan hidup melalui pembiasaan-pembiasaan agar mampu menolong diri sendiri, didiplin dan memperoleh bekal ktrampilan dasar yang berguna untuk kelangsungan hidup.
  7. Menggunakan berbagai media dan sumber belajar yang berasal dari lingkungan alam sekitar atau bahan-bahan yang sengaja disiapkan.
  8. Pembelajaran yang beroriantasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak, ciri-ciri pembelajaran ini adalah anak belajar dengan sebaik-baiknya apabila kebutuhan fisiknya terpenuhi serta merasa aman dan tentram scara psikologis, siklus belajar anak selalu berulang, dimulai dari membangun kesadaran, melakukan penjelajahan, memperoleh penemuan, untuk selanjutnya anak dapat menggunakannya.
  9. Stimuli terpadu, pada saat anak melakukan kegiatan, anak dapat mengembangkan beberapa aspek pengembangan sekaligus.

Dengan diuraikannya penilaian-penilaian kompetensi diatas, pendidik dapat mempergunakan dalam menyusun perencanaan maupun melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik.

Sumber: http://linux.blog.gunadarma.ac.id/2020/07/14/jasa-penulis-artikel/

jaketkulitgarut

Kembali ke atas