jaketkulitgarut.co.id

Situs jaketkulitgarut.co.id yang membagikan informasi dunia teknologi informasi dan komunikasi , dan beberapa tips menarik.

 Pengertian Sosialisasi Politik

 Pengertian Sosialisasi Politik

Sosialisasi politik adalah suatu proses dimana seseorang memperoleh sikap dan orientasi terhadap fenomena politik yang berlaku dalam masyarakat,
proses sosialisasi berjalan secara berangsur-angsur dari masa kanak-kanak sampai dewasa.

Sosialisasi politik juga diartikan sebagai cara-cara belajar seseorang terhadap pola-pola sosial yang berkaitan dengan posisiposisi kemasyarakatan melalui bermacam-macam badan masyarakat.

  1.             Agen/Media Sosialisasi Politik

Ada lima agen sosialisasi utama yang berperan penting, yang menyebabkan individu akan mengalami sosialisasi untuk mempersiapkan dirinya masuk ke dalam masyarakat sepenuhnya, agen tersebut adalah :

  1. Keluarga

Dalam keadaan normal, lingkungan pertama yang berhubungan dengan individu adalah keluarga. Keluarga merupakan kelompok sosial terkecil yang terdiri atas orang tua, saudara-saudara, serta anggota keluarga lainnya. Keluarga merupakan media sosialisasi yang pertama dan utama atau yang sering dikenal dengan istilah media sosialisasi primer. Keluarga umumnya menjadi tempat mendapatkan pendidikan dasar-dasar pergaulan hidup yang benar dan baik melalui penanaman disiplin, kebebasan, dan penyerasian.

  1. Teman Sepermainan (Kelompok Sebaya)

Dalam media ini, seorang individu belajar berinteraksi dengan orangorang yang sebaya dengan dirinya. Pada tahap ini individu mempelajari aturan-aturan yang mengatur orang-orang yang kedudukannya sejajar. Dalam kelompok teman sepermainan, seseorang mulai mempelajari nilai-nilai keadilan, kebersamaan, dan kerjasama.

  1. Sekolah

Di sekolah seseorang akan belajar mengenai hal-hal baru yang tidak dia dapatkan di lingkungan keluarga maupun teman sepermainannya. Selain itu juga belajar mengenai nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat sekolah, seperti tidak boleh terlambat waktu masuk sekolah, harus mengerjakan tugas atau PR, dan lain-lain. Sekolah juga menuntut kemandirian dan tanggung jawab pribadi dalam mengerjakan tugas-tugasnya tanpa bantuan orang lain.

Hal itu sejalan dengan pendapat Dreeben yang mengatakan bahwa dalam lembaga pendidikan sekolah (pendidikan formal) seseorang belajar membaca, menulis, dan berhitung. Aspek lain yang dipelajari adalah aturan-aturan mengenai kemandirian (independence), prestasi (achievement), dan kekhasan (specificity).

sumbber :
https://www.ayoksinau.com/seva-mobil-bekas/

jaketkulitgarut

Kembali ke atas