Pengertian Teater Modern, Tradisional, dan Peribahasa

Pengertian Teater Modern, Tradisional, dan Peribahasa

Pengertian Teater Modern, Tradisional, dan Peribahasa

 

Pengertian Teater Modern, Tradisional, dan Peribahasa

 

Teater Modern

Pengertian Teater Modern

Teater modern adalah sebuah karya yang merupakan curahan perasaan sipengarang yang biasanya kita kenal sebagai seorang sutradara kalau dalam perfilman. Teater modern ini sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Kenapa?, karena teater modern ini banyak dicurahkan dalam bentuk film. Teater modern ini banyak dikenal dan disukai oleh banyak orang karena selain banyak nya teater ini menyelimuti hidup masyarakat teater modern ini juga menyenangkan dan ceritanya tidak bertele-tele dan tidak monoton. Banyak contoh teater modern dalam kehidupan sehari-hari salah satunya adalah film atau sinetron “melati untuk marvel”

 

Teater Tradisional

Pengertian Teater Tradisional

Teater tradisional adalah sebuah karya yang berbentuk sastra yang diciptakan oleh pengarangnya yang biasanya mencerutakan bagaimana srluk beluk tingkah laku kehidupan manusia. Teater tradisionalini biasanyan kurang diminati oleh masyarakat hal ini dikarenakan oleh kurangnya daya tarik teater tersebut menggait hati dan minat para pendengar dan penikmat teater tersebut sehingga membuat masyarakat kurang menyukai teater tersebut. Contoh teater tradisional ini salah satunya adalah randai.

 

Teater Tradisi Mamanda (Kalimantan Selatan) Sekapur sirih tentang Mamanda

Indonesia kaya akan teater tradisi setiap propinsi memilikinya, begitu juga dengan Kalimantan selatan. Kesenian dundam, lamut, andi-andi, balaguan, batarian, dan bepadung mengilhami munculnya teater rakyat yang dipelopori oleh si tukang pandung. Teater rakyat ini belum mempunyai nama orang-orang mengenal teater ini dengan mengenal tiga tokoh yaitu Raja, khadam dan Putri

Ketika orang-orang begitu ramai dengan seni baca syair dengan syair Abdul Muluk karangan saleha, saudara sepupu Raja Hali Haji dari malaka, membawa komedi Indara bangsawan di Kalimantan Selatan. Teater rakyat bapandung menjelma menjadi Baadul Muluk (badal muluk). Selalu mendengar Raja memanggil Wajir dan Mamanda serta Mangku bumi. Masyarakat kemudian memberi nama lain dari badulmuluk dengan sebutan mamanda atau teater tradisional Mamanda.

Cerita yang dimainkan adalah kisah suatu kerajaan, kisah yang diambil dari kisah seribu satu malam. Namun dengan perkembangan terdapat cerita-cerita baru maka harus di adaptasi kedalam Istana sentris. Tokoh-tokoh yang baku dalam mamanda adalah Raja, Wajir, mangkubumi, perdana mentri, kepala pertanda (panglima perang), harapan pertama dan harapan kedua, serta khadap tokoh tambahan adalah Jin, perampok, permaisuri dan lain-lain sesuai dengan tuntutan cerita

Mamanda biasanya dipentaskan pada lapangan terbuka atau diarena dan ada ruangan khusus untuk keluar masuknya aktor yang disebut lawang sari. Sebagai teater tradisi mamanda memiliki yang sangat melekat yaitu akrab dengan penonton, komedian, dan selalu ada tarian dan nyanyian.

1). Basic

Dasar-dasar permainan adalah dengan artistik yang sangat unik penuh dengan warna warni ini yang membedakan mamanda dengan teater modren.

2). Baladon

Baladon adalah suatu pembukaan mamanda baladon yang baku adalah yang dilakukan pemain yang berjumlah tujuh orang, lima orang, tiga orang, dan boleh satu orang sipatnya ganjil. Baca Juga: Rotasi Bumi Selain baladon ada juga namanya bakonon pungsinya sama dengan baladon. Keduanya berpungsi untuk membuka membuka permainan dengan menari dan bernyanyi, bisanya mengutarakan tentang Raja dan daerah kekuasaannya.

3). Sidang kerajaan

Dimulai dengan tampilnya dua punggawa dengan sebutan harapan satu dan harapan kedua, setelah itu Raja, Wajir, Mangkubumi, Perdana mentri menghadirkan diri serta Khadam, dan Putri atau dengan Inang.

4). Babak-babak dalam mamanda

Mamanda selalu mempunyai banyak babak, menurut kebutuhan cerita babak kerakyatan diperlukan untuk jalinan struktur cerita

5). Gaya

Gaya mamanda menunjukan ciri kesederhanaan, mamanda juga juga seperti teater taradisi lainnya dengan berdialog, tarian, nyanyian serta acting yang selalu grenstail.

a). dialog

Pemain yang muncul diatas panggung biasanya menyebutkan nama, jabatan, tugas tergantung dari krakter tokoh. Bahasa yang digunakan kebanyakan bahasa daerah tapi sering kali disesuaikan dengan daerah terkadang bercampur dengan bahasa Indonesia.

b). tari

Gaya tarian dalam mamanda selalu menunjukan gerakan garis-garis anggun dan perkasa

c). lagu dan musik

Lagu yang digunakan adalah lagu daerah banjar itu sendiri musik yang dihadirkan kebanyakan musik panting seperti, biola, seperti kecapi, gitar, dan ditambah dengan gendang.

d). keaktoran

Gerak yang digunakan adalah ciri khas daerah banjar seperti silat kuntau banyak mempengaruhi aktor dalam bermain mamanda adapun polanya :

  • Raja menunjukkan laku berirama, anggun, berwibawa dan terbuka.
  • Wazir selalu tenang dan tak banyak bicara.
  • Mangkubumi menunjukkan laku berirama tenang, taat dan terbuka.
  • Perdana Mentri menunjukkan laku gagah, memerintah
  • Kepala Pertanda menunjukkan laku berirama gagah, keperkasaan, berani dan lantang.
  • Harapan menunjukkan laku gagah, satria dan patuh
  • Khadam berlaku terbuka dan lucu.
  • Putri baik dan lembut
  • Jin beringas, urakan dan lucu.
  • Perampok bebas dan beringas.

Walaupun demikian bila saat bisa berubah sesuai dengan kebutuhan cerita, namun pola yang diatas merupakan dasar dari keaktoran yang harus diketahui dan merupakan pola yang melekat dalam diri setiap tokoh

 

 

Peribahasa

Peribahasa adalah ungkapan atau kalimat-kalimat ringkas ,padat yang berisi perbandingan perumpamaan, nasehat , prinsip hidup dan aturan tingkah laku.

 

Contoh-contoh peribahasa

  1. Angan-angan mengikat tubuh. Artinya memikirkan yang tidak-tidak akhirnya menderita sendiri.
  2. Angin tidak dapat ditangkap, asap tidak dapat digenggam. Artinya sesuatu hal yang tidak dapat dirasakan.
  3. Adat muda menanggung rindu, adat tua menahan ragam. Artinya Orang muda harus bersabar,dalam meraih cita-cita.
  4. Bagai api dengan asap. Artinya persahabatan yang sangat erat.
  5. Berguru kepalang ajar bagai bunga kembang tak jadi. Artinya belajarlah sungguh-sungguh jangan tanggung-tanggung (ragu-ragu).
  6. Berjalan sampai ke batas, berlayar sampai ke pulau. Artinya kita harus berusaha secara sungguh-sungguh untuk mencapai suatu tujuan.
  7. Biar lambat asal selamat, tak akan lari gunung dikejar. Artinya dalam mengerjakan suatu pekerjaan haruslah berhati-hati supaya selamat.
  8. Dalam lautan dapat diduga, dalam hati siapa tau. Artinya kita tidak mengetahui isi hati orang lain.
  9. Digenggam takut mati, dilepas takut terbang. Artinya serba salah sama-sama merugikan.
  10. Di mana lalang habis, disitu api padam. Artinya hidup dan mati tidak dapat ditentukan, jika sudah saatnya pasti kita akan mati.
  11. Elok basa akan kekal hidup, elok budi akan bekal mati. Artinya orang yang baik budi balasannya akan disayang orang selama hidup dan setelah mati pun akan dikenang orang.
  12. Gigi dengan lidah ada kalanya bergigit juga. Artinya walau persahabatan sangat akrab ada kalanya berselisih juga.
  13. Hidup segan mati pun tak mau. Artinya hidup yang merana karena terus menerus sakit.
  14. Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia matiĀ  meninggalkan nama. Artinya orang yang baik bila telah mati, kebaikannya akan dikenang orang.
  15. Hancur badan dikandung tanah, budi baik dikenang juga. Artinya jasa baik sekecil apapun selalu dikenang sepanjang masa.
  16. Hujan emas di negeri orang, hujan batu dinegeri sendiri, baik juga di negeri sendiri. Artinya betapa senang dan bahagi di perantauan, tentu lebih senag dan bahagia di negeri sendiri.
  17. Ikhtiar menjalani, untung menyudahi. Artinya setiap orang harus berusaha sebaik-baiknya, berhasil tidaknya terserah kepada tuhan.
  18. Kalau tidak angin bertiup, tidak akan pohon bergoyang. Artinya sesuatu hal yang terjadi tentu ada penyebabnya.
  19. Lain dulang lain kaki,lain orang lain hati. Artinya setiap orang punya pendapat, kehendak dan perasaan yang berbeda.
  20. Lancar kaji karena diulang, pasah jalan karena diturut. Artinya segala sesuatu harus dilakukan berulang ulang supaya paham.