Pengungkapan Tata Kelola Perusahaan

Pengungkapan Tata Kelola Perusahaan

Pengungkapan Tata Kelola Perusahaan

Pengungkapan Tata Kelola Perusahaan
Pengungkapan Tata Kelola Perusahaan

Prinsip dan kebijakan tata kelola Astra berlandaskan pada filosofi Perusahaan, yaitu Catur Dharma, dan bersumber pada Pedoman Good Corporate Governance (GCG) Indonesia, peraturan perundang-undangan dan praktik yang berlaku di Indonesia maupun internasional.

Struktur Tata Kelola Perusahaan

Sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas, struktur tata kelola Astra terdiri dari 3 (tiga) organ perusahaan, yaitu Rapat Umum Pemegang Saham, Dewan Komisaris, dan Direksi. Masing-masing organ perusahaan memiliki tugas dan wewenang yang berbeda dan memiliki independensi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya untuk kepentingan Perusahaan. Jika dinilai perlu, Dewan Komisaris dan Direksi juga dapat membentuk unit atau komite yang berfungsi untuk membantu pelaksanaan tugas dan wewenang yang lebih efektif.

  1. Rapat Umum Pemegang Saham

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mempunyai wewenang yang tidak

diberikan kepada Dewan Komisaris dan Direksi, dengan batasan yang ditentukan dalam peraturan perundang undangan dan/atau Anggaran Dasar Perusahaan. Wewenang tersebut antara lain membuat keputusan atas hal-hal sebagai berikut:

–          Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan;

–          Permodalan Perusahaan;

–          Penggunaaan keuntungan bersih Perusahaan;

–          Pengangkatan dan pemberhentian anggota Dewan Komisaris dan Direksi;

–          Persetujuan atas laporan tahunan dan pengesahan laporan Dewan Komisaris dan laporan keuangan Perusahaan;

–          Penetapan jumlah dan jenis remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi;

–          Penunjukan akuntan publik;

–          Penggabungan, peleburan atau pemisahan Perusahaan; dan

–          Dilakukannya transaksi yang melebihi nilai tertentu dan transaksi yang mengandung benturan kepentingan.

RUPS terdiri dari (i) RUPS Tahunan dan (ii) RUPS Luar Biasa. RUPS Tahunan wajib diselenggarakan setiap tahun paling lambat enam (6) bulan setelah ditutupnya tahun buku Perusahaan, sedangkan RUPS Luar Biasa dapat diadakan sewaktu-waktu sesuai

  1. Dewan Komisaris

Dewan Komisaris merupakan organ yang bertugas mengawasi Direksi dalam (i) menetapkan kebijakan pengurusan Perseroan dan (ii) mengelola Perseroan. Dewan Komisaris juga bertugas memberikan nasehat dan rekomendasi kepada Direksi dalam menjalankan Perseroan.

Dewan Komisaris merupakan suatu majelis dan setiap anggota Dewan Komisaris tidak dapat bertindak sendiri-sendiri. Presiden Komisaris bertugas mengkoordinasikan berbagai kegiatan Dewan Komisaris.

Pada saat pengangkatannya, Dewan Komisaris PT. Astra International terdiri dari 12 anggota, termasuk 5 (lima) diantaranya menjabat sebagai Komisaris Independen.

Komisaris Independen memenuhi ketentuan independensi sebagai berikut:

–          Berasal dari luar Perseroan;

–          Tidak mempunyai saham baik langsung maupun tidak langsung pada Perseroan;

–          Tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan Perusahaan, Komisaris, Direksi atau pemegang saham utama Perseroan; dan

–          Tidak memiliki hubungan usaha baik langsung maupun tidak langsung yang berkaitan dengan kegiatan usaha Perseroan.

Pelaksanaan Tugas Dewan Komisaris

Pada tahun 2012, Dewan Komisaris telah melakukan antara lain, kegiatan sebagai berikut:

–          Pengangkatan Daniel Phua sebagai Kepala Grup Internal Audit;

–          Pengangkatan anggota Komite Remunerasi dan Nominasi periode 2012 hingga 2014;

–          Pengangkatan anggota Executive Committee periode 2012 hingga 2014;

–          Pengangkatan anggota Komite Audit periode 2012 hingga 2014;

–          Memberi persetujuan atas pembagian dividen interim tahun buku 2012;

–          Memberi persetujuan atas Penawaran Umum Saham Terbatas V PT Bank Permata Tbk; dan

–          Memberi persetujuan atas rencana kerja 2013.

Sumber : https://vhost.id/