Penulisan Laporan Penelitian

Penulisan Laporan Penelitian

Penulisan Laporan Penelitian

Penulisan Laporan Penelitian
Penulisan Laporan Penelitian
  1. PENGANTAR

Penelitian merupakan suatu kegiatan yang sistematis yang dilaksanakan guna menguji pengetahuan lama ataupun menambah pengetahuan baru. Hasil penelitian harus dapat dikomunikasikan, diketahui, dan dinilai oleh masyarakat yang berkepentingan. Dengan demikian, kegiatan penelitian belum dapat dikatakan selesai sebelum laporan penelitian disusun. Penulisan laporan penelitian merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari rangkaian kegiatan penelitian itu sendiri.

  1. TEKNIK PENULISAN LAPORAN PENELITIAN

Laporan penelitian berfungsi sebagai mediator agar hasil penelitian dapat diterima oleh mereka yang berkepentingan dengan hasil sebuah penelitian, maka laporan penelitian harus dibuat secara jelas dan komunikatif. Dengan demikian, dalam penulisan laporan hasil penelitian terdapat beberapa hal yang mesti diperhatikan, yaitu:

(1) siapakah pihak yang akan membaca laporan penelitian tersebut, apakah untuk kalangan ilmuwan, untuk kalangan masyarakat awam, atau untuk kalangan birokrat,

(2) laporan harus disusun secara sistematis sesuai dengan tahapan-tahapan yang telah ditempuh dalam proses penelitian sehingga para pembaca akan mudah mengerti dan memahami laporan penelitian tersebut, dan

(3) laporan penelitian harus jelas dan meyakinkan mengingat keberadaannya merupakan unsur terpenting bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Laporan penelitian dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, antara lain dapat berupa:

  1. Laporan yang ditulis secara rinci untuk badan-badan atau instansi tertentu,
  1. Laporan penelitian untuk keperluan ujian seperti paper, skripsi, tesis, dan disertasi,
  1. Laporan penelitian yang berupa karya tulis ilmiah populer yang berupa artikel-artikel untuk media cetak, dan
  1. Laporan penelitian yang ditulis untuk suatu jurnal ilmu pengetahuan.
  1. SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN PENELITIAN

Sebelum menyusun laporan penelitian secara lengkap, terlebih dahulu peneliti perlu menyusun format atau sistematika secara benar. Ada beberapa format atau sistematika penelitian yang digunakan dalam penyusunan laporan penelitian. Dalam hal ini Burroghs menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan format penelitian, yaitu: (1) pembaca dapat memahami secara mudah apa yang telah dilakukan oleh peneliti, termasuk di dalamnya tujuan dan hasil penelitian, dan (2) laporan penelitian harus mencantumkan langkah dan metode secara jelas sehingga pembaca dapat mengulangi proses penelitian apabila pembaca menghendaki.

Format / Sistematika laporan penelitian yang lazim dipergunakan adalah

sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah
  2. Rumusan Masalah
  3. Tujuan Penelitian
  4. Manfaat Penelitian

BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN

  1. Penemuan-Penemuan Sebelumnya
  2. Teori yang Mendasari
  3. Kerangka Pemikiran
  4. Hipotesis

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

  1. Metode Penelitian
  2. Pemilihan Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling
  3. Teknik Pengumpulan Data

BAB IV PEMBAHASAN

  1. Deskripsi Hasil Penelitian
  2. Analisis Data Penelitian
  3. Pembahasan

BAB V PENUTUP

  1. Kesimpulan
  2. Saran

DAFTAR KEPUSTAKAAN

LAMPIRAN-LAMPIRAN.

Sebelum laporan penelitian tersebut dijilid, terlebih dahulu peneliti harus melengkapinya dengan membuat halaman judul, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, dan lain sebagainya.

Dalam bab pertama, yakni pendahuluan, peneliti memaparkan beberapa hal yang melatarbelakangi kegiatan penelitian tersebut, yakni terkait dengan pentingnya mengangkat suatu masalah untuk diteliti. Setelah itu peneliti juga perlu menuliskan rumusan masalah penelitian, tujuan penelitian dan kegunaan atau manfaat penelitian. Dengan demikian pembaca akan dapat mehamami arti penting dari penelitian tersebut.

Dalam bab kedua, yakni tinjauan kepustakaan, sedapat mungkin peneliti mengungkapkan beberapa penemuan yang telah dihasilkan oleh peneliti sebelumnya. Berdasarkan atas penemuan-penemuan sebelumnya itulah peneliti memilih permasalahan yang belum terangkat atau permasalahan yang belum terpecahkan. Langkah selanjutnya peneliti harus memaparkan beberapa teori yang melandasi kegiatan penelitian yang dilaksanakan. Penting juga peneliti menyusun kerangka pemikiran sehingga pembaca akan memahami pola pikir yang dikembangkan oleh peneliti. Setelah itu peneliti memaparkan hipotesis yang merupakan dugaan-dugaan sementara sebelum dibuktikan melalui kegiatan penelitian.

Dalam bab tiga, yakni metodologi penelitian, peneliti harus menjelaskan metode penelitian yang digunakan dan sekaligus menjelaskan subjek penelitian yang meliputi populasi dan sampel penelitian. Teknik sampling yang dipergunakan juga harus dijelaskan seperlunya sehingga pembaca akan memperoleh keyakinan berkaitan dengan validitas data yang dijadikan landasan dalam proses analisis nanti. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan juga harus dijelaskan di dalam bab tiga tersebut.

Dalam bab empat, yaitu pembahasan, peneliti terlebih dahulu memaparkan deskripsi tentang hasil-hasil penelitian. Kemudian dalam bab ini peneliti juga memaparkan proses dan sekaligus hasil analisis. Pembahasan merupakan hal terpenting yang perlu dipaparkan dalam bab empat tersebut. Di sinilah para pembaca akan dapat menilai sejauh mana peneliti mengembangkan wawasannya dalam sebuah penelitian.

Bab kelima, yakni penutup, berisi tentang kesimpulan dan saran. Kesimpulan dapat dikatakan sebagai inti dari proses penelitian yang telah dilaksanakan. Selanjutnya peneliti menyampaikan saran-saran atau rekomendasi terhadap beberapa instansi yang dipandang memiliki kaitan dengan hasil penelitian yang dilaksanakan. Selanjutnya peneliti perlu mencantumkan beberapa buku yang telah dikaji selama proses penelitian berlangsung. Jika ada beberapa hal yang dipandang perlu untuk dilampirkan, peneliti dapat menyisipkannya setelah daftar kepustakaan disusun.

 

Baca Artikel Lainnya: