jaketkulitgarut.co.id

Situs jaketkulitgarut.co.id yang membagikan informasi dunia teknologi informasi dan komunikasi , dan beberapa tips menarik.

PEPERANGAN SEBELUM PERJANJIAN BONGAYA

PEPERANGAN SEBELUM PERJANJIAN BONGAYA

PEPERANGAN SEBELUM PERJANJIAN BONGAYA

Sultan Hasanuddin yang telah

sedang memerintah pun akhirnya melanjutkan perjuangan ayahandanya melawan VOC yang menjalankan monopoli perdagangannya di Indonesia bagian timur.

VOC ini menganggap orang – orang Makasar dan Kerajaan Gowa sebagai penghalang dan saingan berat dalam perdagangan. Bahkan, VOC menganggap Kesultanan Gowa sebagai musuh yang sangat berbahaya.

Sultan Hasanuddin yang saat itu memerintah Kerajaan Gowa ketika Belanda sedang berusaha menguasai hasil rempah-rempah dan memonopoli hasil perdagangan wilayah timur Indonesia. Salah satu cara Sultan menghindarkannya yakni dengan melarang orang Makasar berdagang dengan musuh-musuh Belanda seperti Portugis dsb.

Kerajaan Gowa menentang dengan keras hak monopoli yang hendak dijalankan oleh VOC. Sultan Alaudin, Sultan Muhammad Said, dan Sultan Hasanuddin memiliki pendirian yang sama. Bahwa Tuhan menciptakan segala yang ada bumi dan lautan untuk dimiliki dan dipakai bersama.

Itu sebabnya Kerajaan Gowa sangat menentang usaha monopoli VOC dan ini yang membuat VOC berusaha untu menghancurkan dan menyingkirkan Kerajaan Gowa. Kerajaan Gowa saat itu merupakan kerajaan terbesar yang menguasai jalur perdagangan di sana.

Tanggal 24 November 1666, armada besar pasukan Aru Palaka bertolak dari pesisir utara Batavia menuju Celebes atau Sulawesi. Pasukan ini terdiri dari 21 kapal perang yang mengangkut 1000 prajurit.

Pasukan Aru Palaka yang beranggotakan 400 orang semakin percaya diri berkat bantuan VOC yang menyumbangkan 600 orang tentaranya. Tentara dari VOC ini merupakan tentara dari Eropa yang paling terlatih. Mereka berangkat dengan satu tujuan, yakni mengalahkan Kerajaan Gowa.

Pada saat itu, Kerajaan Gowa yang berisikan masyarakat Makassar melawannya, dipimpin seorang raja perkasa berjuluk Ayam Jantan dari Timur, Sultan Hasanuddin.

Dengan kekuatan yang besar dari Batavia, Kasultanan Gowa pada akhirnya menyerah, dan tanggal 18 November 1667 Sultan Hasanuddin terpaksa menandatangani Perjanjian Bongaya. Perjanjian ini menandai kemenangan VOC dan Aru Palaka walaupun selama beberapa tahun berikutnya serpihan pasukan Kasultanan Gowa masih melakukan perlawanan.

Pada tahun 1666, di bawah pimpinan Cornelis Speelman, Belanda pun berusaha menundukkan kerajaan-kerajaan kecil. Namun, mereka belum berhasil menundukkan Kerajaan Gowa. Hal ini karena Sultan Hasanuddin berusaha menggabungkan kekuatan kerajaan-kerajaan kecil di Indonesia bagian timur untuk melawan Belanda.

Pertempuran ini terus berlangsung begitu juga selalu diadakannya berbagai perjanjian perdamaian dan gencatan senjata, namun selalu dilanggar oleh VOC dan merugikan Kerajaan Gowa.

Pada saat peperangan Belanda terus menambah kekuatan pasukannya hingga pada akhirnya Gowa terdesak dan semakin lemah. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya Sultan Hasanuddin bersedia menandatangani Perjanjian Bungaya, pada 18 November 1667.


Sumber: https://www.twittsev.com/2020/04/24/carnivores-apk/

jaketkulitgarut

Kembali ke atas