jaketkulitgarut.co.id

Situs jaketkulitgarut.co.id yang membagikan informasi dunia teknologi informasi dan komunikasi , dan beberapa tips menarik.

PERKEMBANGAN INTELEK

PERKEMBANGAN INTELEK

Perkembangan intelek sering juga dikenal di dunia psikolog maupun pendidikan dengan istilah perkembangan kognitif. Berbicara mengenai perkembangan intelek atau kognitif, seringkali tidak dapat di pisahkan dari seorang pelopor psikologi  yang bernama Jean Piaget. Dia memang merupakan seorang ahli psikologi yang memberikan sumbangan sangat besar terhadap dunia psikologi kognitif/berpikir. Hasil penelitian dan temuan-temuan penelitian Jean Piaget yang dilakukan secara serius terhadap tiga orang anaknya secara longitudinal bertahun-tahun, sampi saat ini masi menguasai psikologi pendidikan yang membahas perkembangan intelek atau perkembangan berpikir manusia. Piaget-lah ahli psikiologi yang mempelopori pembahasan berpikir manusia dengan menyusun tahap-tahapan  atau tingkatan berfikir manusia sehinnga dapat diketahui kemampuan berfikir manusia sesuai dengan perkembangan umur mereka.

Perkembamgan kognitif merupakan proses psikologis yang di dalamnya melipatkan proses memperoleh, menyusun, dan menggunakan pengetahuan, serta kegaitan mental seperti berfikir, menimbang, mengamati, mengingat, menganalisis, mensisntesis, mengevaluasi, dan memecahkan persoalan yang berlangsung melaui interaksi dengan lingkungan

Jean Piaget tidak sependapat dengan pandangan yang mengatakan  bahwa kecerdasan adalah factor bawaan yang berarti manusia tinggal menerima perbedaan-perbedaan yang ada. Pandangan yang seperti ini akan membawa pengaruh kurang positif atau bahkan negatif terhadap proses pendidikan dan upaya pengembangan kemampuan berpikir anak.

Berdasarkan penelitiannya yang dilakukan secara serius dengan cara mengobservasi secara partisipan dalam jangka waktu yang lama, Jean Piaget mendapati bahwa anak pada umur tertentu mengalami kesulitan untuk mengerti hal-hal yang sederhana. Misalnya, seorang anak kecil ternyata mengalami kesulitan untuk mememahami mengapa air yang banyaknya sama apabila di tuangkan dari gelas pendek besar kegelas tinggi kecil ternyata hasilnya sama dan tidak tumpah.

  1. PENGERTIAN INTELEK

Istilah intelek berasal dari bahasa Inggris intellect yang menurut Chaplin (1981) diartikan sebagai:

  1. Proses kognitif, proses berpikir, daya menghubungkan, kemampuan menilai, dan kemampuan mempertimbangkan.
  2. Kemampuan mental dan inteligensi

Menurut Mahfudin Shalahudin ( 1989 ) dinyatakan bahwa “intelek” adalh akal budi atau inteligensi yang berarti kemampuan untuk meletakkan hubungan dari proses berpikir. Selanjutnya, dikatakan bahwa orang yang intelligent adalah orang yang dapat menyelesaikan persoalan dalam waktu yang lebih  singkat, memahami masalahnya lebih cepat dan cerma, serta mampu bertindak cepat.

Istilah inteligensi, semula berasal dari bahasa latin intelligere yang berarti menghubunkan atau menyatukan satu sama lain (Bimo Walgito, 1981). Menurut William Stern, salah satu pelopor dalam penelitian inteligensi, mengatakan bahwa inteligensi adalah kemampuan untuk menggunakan secara tepat alat-alat bantu dan pikiran guna menyesuaikan diri terhadap tuntutan-tuntutan baru (Kartini Kartono, 1984). Sedangkan Leis Hadison Terman berpendapat bahwa inteligensi adalah kesanggupan untuk belajar secara abstrak (Patty F, 1982). Disini Terman membedakan antara concrete ability, yaitu kemampuan yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat kongkret dan abstract ability, yaitu kemampuan yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat abstark. Orang dikatakan inteligent, menurut Terman, jika orang tersebut mampu berpiki abstrak dengan baik.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian intelek tidak berbeda dengan pengertian inteligensi yang memiliki arti kemampuan untuk melakukan  abstraksi, serta berpikir logis dan cepat sehingga dapat bergerak serta menyesuaikan diri terhadap situasi baru.

Jean Piaget mendefinisikan intellect adalah akal budi berdasarkan aspek-aspek kognitifnya, khususnya proses berpikir yang lebih tinggi (Bybee dan sund 1982). Sedangkan intelligence atau inteligensi menurut Jean Piaget diartikan sama dengan kecerdasan, yaitu seluruh kemampuan berpikir dan nertindak secara adaptif, termasuk kemampuan mental yang kompleks seperti berpikir, mempertimbangkan, menganalisis, mensintesis, mengevaluasi, dan menyelesaikan persoalan-persoalan. Jean Piaget mengatakan bahwa inteligensi adalah seluruh kemungkinan koordinasi yang memberi struktur  kepada tingkah laku  suatu organisme sebagai adaptasi mental terhadap situasi baru. Dalam arti sempit, inteligensi seringkali diartikan sebagai inteligensi operasional, termasuk pula tahapan-tahapan yang sejak dari periode sensorimotoris sampai dengan operasional formal.

Sumber :

https://advertorial.co.id/bppt-tingkatkan-kemampuan-kapal-riset-baruna-jaya-i/

jaketkulitgarut

Kembali ke atas