jaketkulitgarut.co.id

Situs jaketkulitgarut.co.id yang membagikan informasi dunia teknologi informasi dan komunikasi , dan beberapa tips menarik.

  Perlindungan anak dalam hukum

  Perlindungan anak dalam hukum  Perlindungan anak dalam hukum

Pengertian anak yang mengalami kekerasan fisik, dan atau mental, eksploitasi anak, ekonomi seksual dan diskriminasi dalam tulisan ini selanjutnya disebut anak yang mengalami berbagai perlakuan salah. Kondisi dan situasi anak yang sulit  tersebut tergolong ke dalam anak yang memerlukan perlindungan hukum khusus.

Pasal 59 Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menyatakan bahwa perlindungan khusus diberikan kepada :
a.    Anak dalam situasi darurat (pengungsi, anak korban kerusuhan, anak korban bencana alam, anak dalam situasi konflik bersenjata).
b.    Anak yang berhadapan dengan hukum.
c.    Anak dari kelompok minoritas dan terisolisasi
d.    Anak tereksploitasi secara ekonomis dan atau seksual.
e.    Anak yang diperdagangkan.
f.     Anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (napza).
g.    Anak korban perlakuan salah.
h.    Penelantaran.
i.      Anak yang menyandang cacat.
Dalam undang-undang nomor 39 tahun 1999 tentang hak asasi manusia, menyebutka setiap anak berhak dalam atas perlindungan oleh orang tua, keluarga, masyarakat dan Negara (pasal 52 ayat 1). Hak anak adalah hak asasi manusia dan untuk kepentingannya hak anak itu diakui  dan dilindungi oleh hukum bahkan sejak dalam kandungan (ayat2). Setiap anak sejak dalam kandungan berhak untuk hidup, mempertahankan hidup dan meningkatkan tahap kehidupannya (pasal 53 ayat 1). Setiap sejak sejak kelahirannya, berhak atas suatu nama dan status kewarganegaraan.
Dengan penjelasannya yang dimaksud, dengan suatu nama adalah nama sendiri, dan nama orang tua kandung dan atau nama keluarga dan atau nama marga (ayat 2). Setiap anak yang cacat fisik dan atau mental berhak memperoleh perawatan, pendidikan, pelatihan dan bantuan khusus atas biaya Negara, untuk menjamin kehidupannya sesuai dengan martabat kemanusiaan, meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan penjelasan, pelaksanaan hak anak yang cacat fisik dan atau mental atas biaya Negara, diutamakan bagi kalangan yang tidak mampu (pasal 54).Setiap anak berhak untuk beribadah menurut agamanya, dan berpikir, berekpresi sesuai dengan tingkat intelektualitas dan usianya dibawah bimbingan orang tua dan atau wali (pasal 55).Aturan ini berlanjut sampai pasal 66 ayat 7.

jaketkulitgarut

Kembali ke atas