jaketkulitgarut.co.id

Situs jaketkulitgarut.co.id yang membagikan informasi dunia teknologi informasi dan komunikasi , dan beberapa tips menarik.

PERSOALAN UMUM TENTANG HUKUM BENDA

PERSOALAN UMUM TENTANG HUKUM BENDA

  1. Pengertian
  • Hukum Benda (499-1232 BW) :

Hukum yang mengatur mengenai hubungan hukum seseorang dengan benda (sehingga menimbulkan hak kebendaan).

  • Sistem Tertutup Dari Hukum Benda :

Hukum benda menganut sistem tertutup : Tiada hak baru selain yang sudah diatur dalam undang-undang, jadi hanya dapat mengadakan hak kebendaan terbatas pada apa yang sudah ditetapkan dalam UU saja.

  • Buku ketiga BW mengenai hukum perikatan menganut sistem terbuka : Segala perjanjian yang dibuat.
  1. Pengertian Benda (499 BW)

Adalah segala sesuatu yang dapat menjadi objek eigendom (hak milik) pasal 499 KUHPerdata.

Dalam sistem hukum perdata KUHPerdata kata zaak dipakai dalam dua arti. Pertama dalam arti barang yang berwujud, kedua dalam arti bagian daripada harta kekayaan. Yang termasuk zaak ialah selain daripada barang yang berwujud, juga beberapa hak tertentu sebagai barang yang tak berwujud. KUHP perdata juga terdapat perkataan atau istilah zaak yang tidak berarti benda. Disini zaak mempunyai arti :

  1. Perbuatan Hukum : Dalam ps 1792 KUHPer last geving ialah suatu perjanjian dimana seorang memberikan kuasa pada orang lain dan orang ini menerimanya, untuk melakukan suatu zaak buat last gever.
  2. Kepentingan          : Dalam ps 1354 KUHPer apabila seorang dengan sukarela untuk menyelenggarakan zaak orang lain dengan atau tanpa diketahui orang ini dan sebagainya.
  3. Kenyataan Hukum            : Dalam ps 1263 KUHPer perutangan dengan syarat menunda ialah perutangan yang tergantung atau daripada suatu kejadian yang akan datang dan tidak pasti atau satu zaak yang yang sudah terjadi tapi belum diketahui oleh para pihak.

III.             Zaak dalam Arti Barang yang Berwujud

Sebagian besar dari pasal-pasal buku II KUHPer adalah mengatur mengenai benda dalam arti barang yang berwujud (ps 500, 520 dll) dan hanya satu dua pasal secara insidentil menyebut hak atas barang yang tak berwujud, misalnya pasal 613, 814, 1158, 1164 KUHPer.

  1. Benda dalam Lapangan Hukum Benda dan Benda dalam Lapangan Hukum Perutangan

Zaak dalam lapangan hukum benda dapat dilakukan penyerahan dan umumnya dapat menjadi obyek dari hak milik tetapi bila sesuatu bukanlah zaak dalam arti demikian maka itu tidak berarti bahwa tidak dapat menjadi objek daripada hukum perutangan.

  1. Pembedaan Macam-Macam Benda

Barang-barang yang bergerak dan barang yang tidak bergerak, barang yang dapat dipakai habis (vebruikbaar) dan barang yang tidak dapat dipakai habis (onverbruikbaar), barang yang sudah ada (tegenwoordigezaken) dan barang yang masih akan ada (toekomstigezaken). Barang yang akan dibedakan antara yang absolut dan relatif, yang absolut adalah benda yang belum ada pada saat ini. Contoh : panen yang akan datang. Dan yang relatif adalah benda yang pada saat ini sudah ada tapi bagi orang lain sudah ada. Contoh : Mobil yang telah dibeli tapi belum diserahkan.

Perbedaan yang terpenting adalah pembedaan antara barang bergerak dan tak bergerak. Benda bergerak dibedakan atas:

  1. Sifatnya menurut ps 509 KUHPer
  2. Karena ketentuan UU menurut ps 511 KUHPer

Benda tak bergerak dibedakan antara :

  1. Karena sifatnya. Contoh : tanah dan segala sesuatu yang melekat di atasnya.
  2. Karena tujuannya : asalnya berupa benda bergerak tapi karena dalam pemakaiannya di hubungkan atau dikaitkan dengan benda yang tidak bergerak yang merupakan benda pokok. Contoh : mesin-mesin yang di pakai di pabrik.
  3. Karena ditentukan UU, 508 BW : misalnya hak pakai, hak pengabdian tanah – dinyatakan tidak berlaku lagi oleh UUPA, yang masih berlaku : Kapal laut dengan bobok lebih dari 20mᶟ termasuk dalam benda tidak bergerak.

https://rianablog.com/planescape-apk/

jaketkulitgarut

Kembali ke atas