jaketkulitgarut.co.id

Situs jaketkulitgarut.co.id yang membagikan informasi dunia teknologi informasi dan komunikasi , dan beberapa tips menarik.

Prinsip-Prinsip Asesment

Prinsip-Prinsip Asesment

Menurut puckett dan black (1994)  asesmen autentik yang diterapkan pada anak usia dini menggunakan beberapa prinsip sebagai berikut.

  1. Holistik

Asesmen meliputi seluruh aspek perkembangan anak, seperti aspek fisik motorik, sosial, moral, emosional, intelektual, bahasa dan kreatifitas. Perkembangan anak pada aspek dipantau untuk mengetahui kelebihan, kelemahan, serta kebutuhan anak.

  1. Autentik

Asesmen dilaksanakan melelui kegiatan yang nyata, fungsional, dan alami dengan harapan hasil asesmen menggambarkan kemampuan anak yang sesungguhya.

  1. Kontinu

Asismen dilakukan secara kontinu, setiap saat ketika anak melakukan secara harian atau mingguan, tergantung kapan guru memandang saat yang tepat bagi seorang anak untuk dilihat kemampuannya pada aspek tertentu.

  1. Individual

Asesmen dilakukan untuk melihat perkembangan setiap siswa secara individual meskipun mungki dilakukan saat anak melakukan kegiatan kelompok. Asesmen tidak membandingkan prestasi siswa yang satu dengan siswa lainnya. Tetapi asesmen berusaha untuk mengungkap kelebihan, kelemahan, kebutuhan setiap siswa. Oleh karena itu tidak layak jika di TK ada juara kelas. Hal itu didasarkan atas prinsip keilmuan PAUD yang menyatakan bahwa setiap anak pada dasarnya unik, memiiliki bakat, minat, dan kemampuan yang berbeda. Fungsi guru, orang tua, dan profesional ialah memberikan bantuan kepada setiap anak agar ia berkembang secara optimal sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan masing-masing.

  1. Multisumber dan Multikonteks

Aesmen dilakukan pada beragai konteks. Sebagai contoh, untuk melihat perkembangan motorik halus seorang siswa, guru dapat melihat saat kegiatan menggunting, mewarnai pola, menggambar bentuk, dan menempel. Untuk melihat perkembangan moral dan sosial dapat dilakukan bermain bersama, mantre mengambil makanan, sharing pewarna saat menggambar, dan saat kerja  kelompok. Selain observasi dan hasil karya  anak, guru juga perlu mendiskusikan hasil pengamatannya kepada orang tua, anak, dan para profesional agar informasi yang ia peroleh semakin lengkap.

2.3.Teknik Asesmen

Teknik asesmen meliputi semua kegiatan menilai pada setiap siswa, yaitu:

  1. Pengamatan (observing)
  2. Pencatatan (recording)
  3. Dokumentasi (documenting)

Kegiatan pengamatan dapat dilakukan melalui bernagai teknik pengamatan, yang meliputi:

  1. Narative observation
  2. Anecdotal record
  3. Running record
  4. Time sampling
  5. Chek list

Dari hasil pengamatan tersebut kemudian dianalisis meliputi tingkat perkembangannya, kelebihan, kekurangan, serta kebutuhan anak untuk kelanjutan perkembangannya. Sehingga dapat mengetahui sejauh mana perkembangan anak, serta mengetahui segala potensi anak kedepannya dan sebagai laporan kepada orangtua.

Sumber: https://pendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/

jaketkulitgarut

Kembali ke atas