jaketkulitgarut.co.id

Situs jaketkulitgarut.co.id yang membagikan informasi dunia teknologi informasi dan komunikasi , dan beberapa tips menarik.

Prinsip-prinsip Hukum Islam

Prinsip-prinsip Hukum Islam

  1. Meniadakan kepicikan dan tidak memberatkan

Tabi’at manusia tidak menyukai beban yang membatasi kemerdekaanya dan manusia senantiasa memperhatikan beban hukum yang sangat hati-hati.manusia tidak bergerak mengikuti perintah terkecuali perintah-perintah itu menawan hatinya,mempunyai daya dinamika, kecuali perintah yang dikerjakan dengan keterpaksaan. Syariat islam dapat menarik manusia dengan amat cepat dan mereka dapat menerimanya dengan penuh ketetapan hati.[1]

Hal ini adalah karena Islam menghadapkan pembicaraan kepada akal, dan mendesak manusia bergerak dan berusaha serta memenuhi kehendak fitrah yang sejahtera. Hukum Islam menuju kepada toleransi, persamaan, kemerdekaan, menyuruh yang makruf dan mencegah yang mungkar.

لاضَرَرَ وَلاضِرَارَ

Artinya : ”tidak boleh memudharatkan dan tidak boleh dimudharatkan” (HR. Hakim dan lainnya dari Abu Sa’id Al-Khudri, HR. Ibnu Majjah dari Ibnu ‘Abbas)

Agama itu  mudah (H.R Bukhari dan Nasai)

Sebagaimana juga dalam kaidah fiqh “mudahkanlah dan jangan kamu menyukarkan”.

Hukum Islam senantiasa memberikan kemudahan dan menjauhi kesulitan, semua hukumnya dapat dilaksanakan oleh umat manusia. Karena itu dalam hukum Islam dikenal istilah rukhshah (peringanan hukum). Contohnya kebolehan berbuka puasa bagi seorang yang ada dalam perjalanan (musafir) yang merasa tidak kuat berpuasa. Dalam islam juga dikenal dengan dharurah (hukum yang berlaku pada saat keterpaksaan), contohnya kebolehan memakan makanan yang diharamkan apabila terpaksa.[2]

Hal ini telah ditegaskan juga dalam kaidah fiqh dan dalam Al-Qur’an, yaitu “keadaan terpaksa menjadikan apa yang semula terlarang, dibolehkan”. Sedangkan dalam Al-Qur’an

 لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا

Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS. Al-Baqarah : 286)

يُريدُ اللَّهُ بِكُمُ اليُسرَ وَلا يُريدُ بِكُمُ العُسرَ

Artinya: Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.(Qs.Al-Baqarah:185)

  1. Menyedikitkan beban

Nabi melarang para sahabat memperbanyak pertanyaan tentang hukum yang belum ada yang nanti nya akan memberatkan merika sendiri , Nabi SAW. Justru menganjurkan agar merika memetik dari kaidah-kaidah  umum. Kita ingat bahwa ayat-ayat al-Qur’an tentang hukum yang sedikit . Yang sedikit tersebut justru memberikan lapangan yang luas bagi manusia untuk berijtihad , Dengan demikian hukum Islam tidak lah kaku,keras,dan berat bagi ummat manusia.

Sumber :

https://obatpenyakitherpes.id/teka-teki-di-android-terbaru/

jaketkulitgarut

Kembali ke atas