Sejarah Kedatangan Bangsa Barat Ke Indonesia

Sejarah Kedatangan Bangsa Barat Ke Indonesia

Sejarah Kedatangan Bangsa Barat Ke Indonesia

Sejarah Kedatangan Bangsa Barat Ke Indonesia
Sejarah Kedatangan Bangsa Barat Ke Indonesia

Pembahasan kali ini

yakni ihwal sejarah kedatangan bangsa Barat ke Indonesia, bahan ini terkait dengan bahan ihwal faktor-faktor pendorong penjelajahan samudra oleh bangsa barat.

Perang Salib menjadikan ditutupnya pelabuhan Konstantinopel. Hal itu mendorong bangsa Eropa mengarungi lautan yang luas untuk mencari kawasan penghasil rempah-rempah.

Dapatkah kalian membayangkan pelayaran bangsa Barat waktu itu? Janganlah dibayangkan bila pelayaran waktu itu memakai kapal yang bermesin dengan kecepatan tinggi.

Waktu itu pelayaran memakai bahtera layar dengan kecepatan yang lambat. Kedatangan bangsa Eropa di Kepulauan Indonesia merupakan awal malapetaka bagi kehidupan bangsa Indonesia.

Bangsa Eropa

merampas kekayaan alam Indonesia dengan eksploitasi sebesar-besarnya dan menerapkan monopoli perdagangan.

Di samping itu mereka juga mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang menciptakan rakyat menderita. Akibat penderitaan rakyat yang menghebat itu, maka muncullah perlawanan terhadap kolonialisme.

Penjelajahan Samudra dan Kedatangan Bangsa Barat di Indonesia

Para pedagang dari Eropa membawa barang dagangan berupa rempah-rempah dan sutera dari Laut Tengah. Komoditas tersebut dibawa ke Venesia atau Genoa melalui para pedagang Portugis dan Spanyol yang aktif berdagang di Laut Tengah.

Rempah-rempah dan sutera itu kemudian dibawa ke pasaran Eropa Barat, ibarat Lisabon. Dari Lisabon rempah-rempah dibawa ke Eropa Utara oleh para pedagang Inggris dan Belanda.

Ramainya perdagangan di Laut Tengah, terganggu selama dan sesudah berlangsungnya Perang Salib (1096 – 1291). Dengan jatuhnya kota Konstantinopel (Byzantium) pada tahun 1453 ke tangan Turki Usmani, acara perdagangan antara orang Eropa dan Asia terputus. (https://blog.fe-saburai.ac.id/jenis-dan-contoh-jaringan-tumbuhan/)

Sultan Mahmud II, penguasa Turki menjalankan politik yang mempersulit pedagang Eropa beroperasi di kawasan kekuasannya.

Bangsa Barat menghadapi hambatan krisis perdagangan rempah-rempah. Oleh alasannya yakni itu bangsa Barat berusaha keras mencari sumbernya dengan melaksanakan penjelajahan samudra.

Ada beberapa faktor

yang mendorong penjelajahan samudra. Perdagangan dunia baik melalui jalur sutera maupun jalur rempahrempah dari dunia Timur (termasuk dari Indonesia), akan bermuara di Laut Tengah.

Laut Tengah yakni sebuah inland sea (laut pedalaman) yang secara geografis terletak strategis; sebelah Barat dan Utara membentang wilayah Eropa, di sebelah Timur terhampar daratan Asia dan di bab Selatan yakni pesisir Afrika Utara.