Selain Lesehan di Musala, Belajar Sekolah Ini 3 Shift

Selain Lesehan di Musala, Belajar Sekolah Ini 3 Shift

Selain Lesehan di Musala, Belajar Sekolah Ini 3 Shift

Selain Lesehan di Musala, Belajar Sekolah Ini 3 Shift
Selain Lesehan di Musala, Belajar Sekolah Ini 3 Shift

Persoalan yang dihadapi SDN 006 Batamkota tidak hanya kekurangan kelas

, tapi juga harus menerapkan sistem belajar dengan tiga shift, yakni pagi, siang dan sore.

Kepala SDN 006 Batamkota Dahlius menuturkan, sebelum belajar di musala diberlakukan, pihaknya berencana menggunakan perpustakaan, namun perpustakaan yang sempit tak memungkinkan untuk kegiatan belajar mengajar.

“Perpusatakaan luasnya hanya 3 kali 7, sementara idealnya kelas 7 kali 8 meter

. Makanya kami pakai musala yang lebih luas,” kata Dahlius seperti dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Selasa (15/8).

Dia menyebut, tak hanya belajar di musala, SDN 006 Batamkota juga menerapkan tiga shift. Rincian waktu, masuk pagi dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB; shift siang dari pukul 11.00 WIB – pukul 14.30 WIB, dan sore dari pukul 14.30 – pukul 16.30 WIB.

“Non stop, masuknya pagi, siang dan sore. Yang tak terapkan tiga shift hanya kelas atas, kayak kelas lima dan enam,” terangnya.

Menurut dia, hal ini terjadi karena ruang kelas belajar (RKB) di SDN 006

Batamkota minim, sementara rombongan belajar banyak. Dari 15 RKB harus menampung 34 rombel dengan jumlah siswa 1.515 siswa.

“10 tahun terakhir kami belum dapat RKB, sementara tiap tahun rombel nambah terus,” ucapnya.

Sebelumnya Dahlius menyebut, siswanya kelas satu terpaksa dipecah menjadi lima rombongan belajar (rombel). Sebelumnya ada empat rombel. Namun jumlahnya 50 orang per kelas. Sehingga empat orang dari masing-masing kelas ditarik dan digabungkan menjadi kelas 1E. Siswa 1E ini belajar di musala secara lesehan.

 

Sumber :

https://www.givology.org/~danuaji/blog/694053/