jaketkulitgarut.co.id

Situs jaketkulitgarut.co.id yang membagikan informasi dunia teknologi informasi dan komunikasi , dan beberapa tips menarik.

Setting (Cerita) Geologi Sunda Kecil

Setting (Cerita) Geologi Sunda Kecil

Setting (Cerita) Geologi Sunda Kecil
Pulau Kepulauan Sunda Kecil merupakan bagian dari Sistem Pegununggan Sunda. Evolusi orogenesa di kawasan berhubungan dengan Busur Banda. Sund kecil yang terdiri dari pulau Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba, Flores, dan Timor-timor.
    Lombok dan Sumbawa merupakan dua pulau oseanik. yang dimaksud dengan Pulau oseanik di sini merupakan pulau yang muncul dari kerak samudra yang terisolasi dari kerak benua sebagai hasil subduksi oseanik ke oseanik. penyusun busur volkanik dalam di sistem Busur Sunda paling timur yang berasal. dari subduksi antara kerak oseanik Hindia dengan kerak oseanik yang membatasi Sundaland di sebelah tenggara –kedua pulau ini adalah a proper island arc. sedangkan pulau bali merupakan hasil dari subduksi kerak oseanik di bawah tepi kerak benua-transisi Eurasia –continental margin arc).
     Batas antara kerak kontinental-transisi Eurasia dengan kerak oseanik yang
membatasi Sundaland di sebelah tenggaranya adalah Selat Lombok – sebuah selat
sangat dalam tempat Alfred Russel Wallace menaruh garis demarkasi zoogeografi
pada tahun 1869.  Maka cerita tentang rumpang keanekargaman hayati antara Bali
dan Lombok, yang duduk sebelah-menyebelas terhadap garis demarkasi ini akan
sama menariknya dengan cerita tentang diskontinuitas geologi kedua pulau ini
yang duduk di dua massa kerak yang berlainan. Flores akan punya cerita tektonik yang lebih seru lagi sebab di selatan ia dihalangi oleh fragmen benua Sumba, di utara ia berhadapan dengan Flores megathrust – yang sebenarnya sebuah subduksi kerak oseanik West Banda. Cerita biogeografinya juga lebih seru dengan hadirnya sekian banyak makhluk endemic di pulau ini, dari komodo sampai Homo floresiansis. Jelas kita harus memikirkan Flores lain daripada yang lain.
    Lombok dan Sumbawa pun karena posisinya paling barat sebagai pulau volkanik di Nusa Tenggara mereka paling tua umurnya sebab dari Busur Sunda ke Busur Banda cenderung material penyusunnya semakin muda bergerak ke timur. Bila kita urutkan dari kala tua ke kala muda, Pulau Lombok dan Sumbawa mempunyai sejarah sebagai berikut :

-sebelum Miosen : tak ada kedua pulau ini

-base of pre-Miocene marine rocks (belum teridentifikasi, bisa ada
bisa tidak)
-Miocene : southern volcanoes form (submarine volcanoes)
-Mio-Pliocene : sub-aerial volcanoes (makin bergerak ke utara)
-Pleistocene : coral reefs form and are uplifted; 0.2 Ma northern
volcanoes form
-0.04 Ma : Tambora’s first caldera formed
-Holocene : Central plain infills
Dapat kita lihat bahwa di kedua pulau ini terdapat dua mountain land (southern dan northern) yang terbentuk : gunung api Mio-Pliosen yang sekarang tererosi tahap tua membentuk pematang-pematang sempit tertoreh dalam, dan gununapi aktif Kuarter muda yang bentuknya masih kerucut. Ini mencerminkan perkembangan busur volkanik bagian dalam seiring dengan bergeraknya zone subduksi ke utara. Di Lombok dan Sumbawa jalur volkanik tua ada di sebelah selatan. Sisa-sisa gunungapi tua andesitik-basaltik ini misalnya Gunung Mareje (716 m) di dekat Mataram Lombok atau Gunung Sepakat dan Gunung Dinding di Sumbawa selatan. Di sekitar gunung ini dapat dipelajari dengan baik bagaimana asal dan sekuen gunung ini dalam hubungannya dengan batuan sediment yang tersingkap di sekitarnya, apakah intrusi magmatik yang menerobos batuan sediment lebih tua, apakah gunungapi tuayang di pinggirnya ditumbuhi terumbu karang, dsb.
Pengangkatan Resen terjadi sangat kuat di sebelah selatan Lombok-Sumbawa. Batugamping dan konglomerat dari gunung api tua terangkat membentuk tebing pantai, misalnya di dekat Kuta dan Blongas di Lombok selatan (bandingkan dengan pantai Uluwatu, Bali selatan – hal yang sama juga). Dataran tinggi sebelah selatan Taliwang di Sumbawa baratdaya, juga merupakan uplifted coral limestones yang dulunya tumbuh menumpu (onlap) gunungapi andesitik ke sebelah selatan dan tenggaranya.
Struktur Geologi Sunda Kecil
sumber :

jaketkulitgarut

Kembali ke atas