Sosialisasi Pemartabatan Bahasa

Sosialisasi Pemartabatan Bahasa

Sosialisasi Pemartabatan Bahasa

 

Sosialisasi Pemartabatan Bahasa

Bahasa Inggris

Saat ini banyak ruang-ruang publik yang menggunakan bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Memang di tengah kemajuan saat ini penggunaan bahasa asing tidak bisa dihindari, apalagi sebagai bangsa yang berdaulat memiliki ciri khas negaranya.

Oleh karena itu

Semua pihak harus bersama-sama mencoba kembali bagaimana mempertahankan negara ini agar bermartabat. Terutama di ruang-ruang publik seperti lokasi wisata, hotel, dan restoran.

Kepala Balai Bahasa Jawa Barat

Muchammad Abdul Khak saat pembukaan sosialisasi pemartabatan bahasa negara di Ruang Publik Kota Bogor yang diselenggarakan di Hotel New Mirah, jalan Pangrango, Kota Bogor, Kamis (03/08/2017).

“Ruang-ruang publik ini sangat tergantung pada kepala daerah sebagai pemilik ruang-ruang publik itu. Tentunya para pemilik hotel, restoran dan lainnya untuk sama-sama menertibkan dan memartabatkan kembali bahasa negara,” papar Muchammad.

Sebab, pihaknya khawatir jika nantinya bahasa Indonesia akan “hilang.” Ini dalam arti bahwa ruang-ruang publik yang ada sudah tidak lagi menggambarkan jika sedang berada di Indonesia. Meski memang penggunaan bahasa-bahasa asing di ruang publik bukan sesuatu yang “aneh.”

“Karena memang ruang-ruang publik di negara manapun selain menggunakan bahasa negaranya namun tetap menggunakan bahasa asing. Silahkan saja menggunakan bahasa asing, tetapi tetap utamakan untuk menggunakan bahasa negara (Indonesia),” terang Muchammad.

Pada kesempatan itu

Wali Kota Bogor Bima Arya membuka kegiatan sekaligus memberikan arahan kepada para peserta yang juga turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor Shahlan Rasyidi.

 

Artikel terkait :