jaketkulitgarut.co.id

Situs jaketkulitgarut.co.id yang membagikan informasi dunia teknologi informasi dan komunikasi , dan beberapa tips menarik.

  TAHAPAN PERKEMBANGAN INTELEK

  TAHAPAN PERKEMBANGAN INTELEK/KOGNITIF

                Jean Piaget (Bibee dan Sund, 1982) membagi perkembangan kognitif/intelek menjadi empat tahapan sebagai berikut:

  1. Tahap Sensory-Motoris

                Tahap ini dialami pada usia 0-2 tahun. Pada tahap ini, anak berada dalam suatu masa pertumbuhan yang ditandai oleh kecendrungan-kecendrungan sensori-motoris yang sangat jelas. Segala perbuatan merupakan perwujudan dan merupakan proses pematangan sensori-motori tersebut.

        Menurut Piaget (Bibee dan sund, 1982: 27), pada tahap ini interaksi anak dengan lingkungannya, termasuk orang tuanya, terutama dilakukan melalui perasaan dan otot-ototnya. Interaksi ini terutama diarahkan oleh sensasi-sensasi dari lingkungannya. Dalam melakukan interaksi dengan lingkungannya, termasuk juga dengan orang tuanya, anak mengembangkan kemampuannya untuk mempersepsi, melakukan sentuhan-sentuhan, melakukan berbagai gerakan, dan secara perlahan-lahan belajar mengoordinasikan tindakan-tindakannya.

  1. Tahap Praoprasional

Tahap ini berlangsung pada usia 2-7 tahun. Tahap ini disebut juga tahap intuisi sebab perkembangan kognitifnya memperlihatkan kecenderungan yang di tandai oleh suasana intuitif. Artinya, semua perbuatan rasionalnya tidak didukung oleh pemikiran tetapi oleh unsur perasaan, kencenderungan alamiah, sikap-sikap yang diperoleh dari orang-orang yang bermakna, dari lingkungan sekitarnya.

Pada tahap ini, menurut Piaget (Bibee dan Sund, 1982: 29), anak sangat bersifat egosentris sehingga seringkali meengalami masalh dalam berinteraksi dengan lingkungannya, termasuk dengan orang tuanya. Dalam berinteraksi dengan orang lain, anak cenderung sulit untuk dapat memahami pandangan orang lain dan lebih banyak mengutamakan pandangannya sendiri. Dalam berinteraksi lingkungannya, ia masi sulit untuk membaca kesempatan atau kemungkinan-kemungkinan karena masi punya anggapan bahwa hanya ada satu kebenaran atau peristiwa dalam setiap situasi.

Pada tahap ini, anak tidak selalu ditentukan oleh pengamatan indrawi saja, tetapi juga pada intuisi. Anak mqmpu menyimpang kata-kata serta menggunakannya terutama yang berhubungan erat dengan kebutuhan mereka. Pada masa ini  anak siap untuk belajar bahasa, membaca, dan menyanyi. Ketika kita menggunakan bahasa yang benar untuk berbicara pada anak, akan mempunyai akibat sangat baik pada perkembangan bahasa mereka. Cara belajar yang memegang peran pada tahap ini adalah intuisi. Intuisi membebaskan mereka berbicara semaunya tampa menghiraukan pengalaman kongkret dan opaksaan dari luar. Sering kali kita lihat anak berbicara sendiri dengan benda-benda yang ada di sekitarnya, misalnya pohon, anjing, kucing, dan sebagainya, yang menurut mereka benda-benda tersebut dapat mendengar dan berbicara. Peristiwa seperti ini dapat melati anak menggunakan kekayaan bahasanya. Piaget menyebut tahap ini sebagai collective monologue, pembicara yang egosentris yang sedikit hubungan dengan orang lain.

POS-POS TERBARU

jaketkulitgarut

Kembali ke atas